background img
bank bjb
Pakta Integritas Jamin Penerimaan Anggota Polri 2019 Bebas dari KKN

Pakta Integritas Jamin Penerimaan Anggota Polri 2019 Bebas dari KKN

Jakarta  – Sekitar 100 ribu calon anggota Kepolisian RI (Polri) menandatangani pakta integritas di Mako Brimob. Polri menargetkan mencatat rekor dalam kegiatan itu.

Pemberian penghargaan MURI ini dilakukan lantaran sebagai Ketua Terpadu Penerimaan Polri juga menjabat ASOP Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Dr. Eko Indra Heri S, M.M menyelenggarakan kegiatan pengumpulan penerimaan calon siswa Polri terpadu di Polda-polda seluruh Indonesia.

“Para calon siswa Polri yang kita kumpulkan pada acara fakta integritas on the road serentak dilakukan seluruh Polda di Indonesia sementara ini ada 100.000 ribu peserta ,”ujarnya kepada para wartawan usai mendapatkan penghargaan MURI atas terbanyak calon siswa Polri mengambil sumpah Fakta Integritas dan Pengambilan Sumpah.

Eko menjelaskan,  pengambilan fakta integritas serentak ini sekaligus melakukan sosialisasi terpadu dalam penerimaan calon Polri secara unggul, kompetetif, dan inovatif. "Tahun ini Polri menerima 9.500 anggota baru untuk tahun 2019. Di antaranya, 350 personel untuk Akademi Kepolisian (Akpol), 8.750 personel Bintara, 300 Tantama, serta 75 anggota Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) yang sudah mulai mengikuti pendidikan."

Dia juga bicara tentang praktik percaloan dilakukan untuk lolos sebagai calon anggota Polri. Tahun ini Polri sudah menangkal hal itu dengan membuat program whistleblowing system.

"Setiap penerimaan Polri ini selalu ada orang-orang, oknum-oknum yang bilang bisa membantu, itu selalu. Oleh karena itu, kami sudah membuat tadi namanya whistleblowing system sehingga nanti masyarakat yang melihat adanya penyimpangan, bisa, tanpa diketahui identitasnya, dia akan bisa melaporkan kepada kita," ujarnnya.

"Jadi tolong kepada orang tua, bersama anak-anak kita yang ikut seleksi ini, jangan percaya kepada calo atau siapa pun yang mengaku atau bisa menolong. Tidak ada yang bisa menolong, semua tergantung pada kemampuan dia sendiri," imbuhnya.

Selain mengingatkan peserta dan orang tua untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan dalam seleksi, Polri juga memperbarui sistem seleksi dengan membuat aplikasi Whistleblowing System (WBS). Melalui aplikasi yang nantinya bisa diunduh di Play Store ini, masyarakat bisa melaporkan segala kecurangan dalam tahap penerimaan.

“Sehingga nanti masyarakat bisa melihat adanya penyimpangan tanpa diketahui identitasnya, dia akan bisa melaporkan kepada kita,” jelasnya.

Tak hanya itu, Polri juga membuat aplikasi yang nantinya bisa digunakan orang tua dan peserta untuk memonitor langsung hasil nilai seleksi. Aplikasi ini juga tidak bisa diakses anggota Polri, hanya untuk peserta dan orang tua.

“Ada beberapa inovasi ya seperti CNC. Itu Clean and Clear, di mana masing-masing orang tua atau peserta itu bisa memonitor hasil nilainya setiap saat. Jadi dia dibangun sebuah sistem, tapi hanya dia aja yang tahu, kita tidak bisa tahu,” tegasnya.

Dengan adanya inovasi teknologi untuk proses perekrutan ini, Eko berharap tidak ada lagi terjadi kecurangan, korupsi, kolusi, hingga nepotisme (KKN). “Jadi tidak ada KKN, tidak ada macam macam. Mereka yang memang mampu, itulah yang akan lulus,” tegasnya.

Penerimaan yang sudah berlangsung sejak Januari 2019 ini diikuti oleh ratusan ribu peserta. Rangkaian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas.

Berita Lainnya
IKLAN  BRBES NEBENG IKLAN SALES MOTOR RADIO THOMSON TEGAL BJB IKLAN
PMI gratisa RADIO THOMSON TEGAL amanah umah thomson radio
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS