background img
bank bjb
KPK Sita Tiga Mobil Bupati Mojokerto Terkait Kasus Pencucian Uang

KPK Sita Tiga Mobil Bupati Mojokerto Terkait Kasus Pencucian Uang

Jakarta, -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita tiga unit mobil milik Bupati nonaktif Mojokerto, Mustafa Kamal Pasha. Tiga unit mobil yang terdiri dari dua unit mobil HR-V dan satu unit Nissan March itu disita terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Mustafa sebagai tersangka.

"Hari ini dilakukan penyitaan untuk kasus TPPU atau pencucian uang dengan tersangka Bupati Mojokerto, hari ini dilakukan penyitaan terhadap tiga unit mobil, yaitu 2 unit mobil HR-V dan satu unit Nissan March," kata juru bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Febri mengatakan, KPK menduga ketiga mobil tersebut berasal dari hasil tindak pidana. Untuk itu, ketiga unit mobil tersebut disita sebagai salah satu barang bukti tindak pidana yang menjerat Mustafa.

"Tentu karena kami duga kekayaan kekayaan yang disita berasal dari hasil kejahatan. Nanti akan ditelusuri lebih lanjut bagaimana proses pembeliannya dan asal usul uangnya," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Bupati nonaktif Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kasus ini merupakan kasus ketiga yang menjerat Mustafa.

Sebelumnya, Mustafa telah menyandang status tersangka kasus suap izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terkait pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015 serta kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Dalam kasus dugaan gratifikasi, Mustafa diduga telah menerima fee dari rekanan pelaksana proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, Dinas dan SKPD/OPD, Camat dan kepala sekolah SD hingga SMA di lingkungan Pemkab Mojokerto. Dari pihak-pihak tersebut, secara total, Mustafa menerima gratifikasi setidaknya Rp 34 miliar.

Dari penerimaan gratifikasi sekitar Rp34 miliar tersebut, KPK menemukan dugaan tindak pidana pencucian uang. Mustafa diduga telah menyimpan secara tunai atau sebagian disetorkan ke rekening bank yang bersangkutan. Selain itu, Mustafa juga diduga menyimpan uang itu melalui perusahaan milik keluarga pada MUSIKA Group, yaitu CV. MUSIKA, PT Sirkah Purbantara dan PT Jisoelman Putra Bangsa.

Tak hanya itu, Mustafa juga diduga membelanjakan hasil penerimaan gratifikasi itu menjadi sejumlah aset yang terdiri dari 30 unit kendaraan roda empat atas nama pihak lain, dua unit kendaraan roda dua, lima unit jetski, dan uang tunai Rp 4,2 miliar.(SP)

 



Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS