background img
bank bjb
Staf Ahli Menteri Agama Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Staf Ahli Menteri Agama Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Jakarta,-- Gugus Joko Waskito, staf ahli Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mangkir tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (28/3/2019). Gugus Joko sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemag) yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Rommy

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Gugus Joko mengirimkan surat kepada penyidik atas ketidakhadirannya hari ini. Dalam surat tersebut, Gugus Joko mengklaim tak dapat memenuhi panggilan penyidik lantaran ada agenda yang tak bisa ditinggalkan. Gugus pun meminta penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

"Saksi mengirimkan surat bahwa yang bersangkutan sedang ada pekerjaan. Minta dijadwalkan ulang," kata Febri melalui pesan singkat, Kamis (28/3).

Selain Gugus, tim penyidik menjadwalkan memeriksa tiga saksi lainnya, yakni Ketua DPW PPP Jawa Timur, Musyaffa Noer; Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi; serta Ajudan Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Kholis, Zaky Zamany. Ketiga saksi tersebut memenuhi panggilan dan diperiksa penyidik.Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar ketiga saksi tersebut mengenai proses seleksi pejabat tinggi di Kemag.

"Informasi terkait proses seleksi pejabat tinggi Kementerian Agama beserta alur dokumen terkait seleksi jabatan tersebut," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romy. Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.
Sumber: Suara Pembaruan

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
PMI gratisa Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS