background img
bank bjb
Kasus Ujaran Kebencian, Iwan Adi Sucipto Kini Ditahan di Polda Jabar

Kasus Ujaran Kebencian, Iwan Adi Sucipto Kini Ditahan di Polda Jabar

BANDUNG, -- Iwan Adi Sucipto mengunggah video mengadu domba TNI dengan Polri di akun Facebooknya pada 12 Mei. Di Mapolda Jabar, ia mengakui perbuatannya salah dan tidak memungkiri, postingannya itu berkaitan dengan Pemilu 2019

Tersangka kasus ujaran kebencian asal Kabupaten Cirebon, Iwan Adi Sucipto Pattiwael mengaku ia relawan pemenangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Ia sudah mengenakan baju tahanan Polda Jabar pada Selasa (14/5/2019), setelah ditangkap di Kabupaten Kuningan, Senin (13/5/2019).

Pemilu ini subhanallah, membuat saya tidak kontrol dan tidak menyaring berita-berita yang disebar di media sosial. Saya akui saya salah dan saya siap tanggung risikonya karena ini jalan hidup saya. Dan kepada masyarakat jangan sebarkan berita hoax,” kata Iwan di Mapolda Jabar.

Ia mengakui konten yang ia posting dilatarbelakangi postingan provokator yang ditemukan di media sosial. Bahkan ia sempat ikut berunjuk rasa di Bawaslu RI.

“Penyebarannya terlalu parah dan timbulkan efek provokator. Saya ini Ustadz kampung, jadi enggak tahu bagaimana penyebaran IT jadi salah seperti apa. Kepada seluruh rakyat Indonesia , jangan sampai terulang kembali, cukup di saya. Sekarang kita tenang, tunggu pengumuman 22 Mei,” ujarnya.

Dalam postingannya, ia menyebut bahwa pada 22 Mei merupakan hari lahir Partai Komunis Indonesia (PKI). “Iya, itu saya katakan setelah sebelumnya lihat postingan di media sosial, ada tulisan DN Aidit dan ada kalimat-kalimat provokatif lalu saya mempercayainya,” ujar Iwan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko pada kesempatan sama menambahkan, postingan dibuat di Kabupaten Cirebon dan diunggah di Kota Cirebon. Adapun saat penangkapan, Iwan ditangkap di Kabupaten Kuningan.

“Di Kuningan sedang main saja, tidak kabur. Awalnya saya enggak tahu ditangkap karena apa, belakangan saya dijelaskan polisi alasan penangkapan karena postingan saya itu,” ujar iwan.

Polisi menerapkan Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancamannya diatas 5 tahun. “Karena ancamannya di atas 5 tahun, yang bersangkutan ditahan,” ujar Trunoyudo.

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS