background img
bank bjb
Lagi, Polda Jabar Tangkap Pelaku Hoax dan Berita Bohong di Sosmed

Ditrekrimsus Polda Jabar Saat Melakukan Konferensi Pers, Rabu (14/5), di Mapolda Jabar. Foto: Lilis / Sinar Pagi News.

Terus Lakukan Upaya Refresif

Lagi, Polda Jabar Tangkap Pelaku Hoax dan Berita Bohong di Sosmed

BANDUNG - Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol.Trunoyudho Wisnu Andiko,S.I.K di dampingi Wadir Reskrimsus pada Konferensi Pers menyampaikan,

 

seorang pelaku kembali diamankan yaitu bernama RGS, tindak pidana yang ditindak lanjuti berdasarkan laporan polisi No.LPB/147 /V/2019/Jabar/Res Cirebon, tanggal 30 April 2019 atas nama pelapor Rahmat Saeful Anwar.

 

Tersangka RGS (45) beragama Islam, seorang wiraswasta yang bertempat tinggal di Blok Desa Rt.01 Rw.02 Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.

 

Kini RGS sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jabar, setelah melakukan pemeriksaan, sejumlah delapan saksi yang diperiksa terkait tindak pidana tersebut,

 

termasuk barang bukti yang turut di sita dari tersangka yaitu 1(satu) unit Handphone Merk Samsung Duos warna hitam dan Akun Media Sosial Facebook yang dimiliki pelaku.

 

Kombes Pol.Trunoyudo Wisnu Andiko,S.I.K menjelaskan, bahwa pada hari sabtu tanggal 20 April 2019 jam 13.00 Wib tersangka mendatangi Gor Pamijahan, Desa Pamijahan Kecamatan Plumbon Kaupaten Cirebon yaitu tempat dilaksanakannya Rapat Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kecamatan Plumbon, selanjutnya membuat rekaman video selfie  yang berdurasi 45 detik.

 

Tersangka mengatakan dalam vidionya bahwa rapat pleno terbuka penghitungan C1di PPK tersebut dinilai aneh. Pasalnya, rapat pleno ini tertutup masyarakat tidak boleh melihat bahkan para saksi pun dipersulit untuk masuk.

 

“ha…! ini enak- enakan nih petugas - petugas yang ada didalam mau mengurangi mau menambahi ini kita viralkan kami mohon bantuan dari saudara sekalian untuk memviralkan salam akal sehat, salam 02 prabowo sandi menang Allahuakbar”. Pada rekaman Videonya.

 

Selanjutnya rekaman vidio tersebut di kirim ke ketua KPPS Plumbon dan kemudian vidionya beredar viral dimedia sosial Facebook, Whatsapp dan Youtube.

Menurut Kabid Humas, Vidio tersebut di buat sendiri oleh tersangka menggunakan Handphone milik nya dan selanjutnya rekaman vidio tersebut diunggah dan viral di media sosial Facebook serta Youtube.

 

“Tersangka di duga melanggar pasal 45a Ayat (2) jo pasal 28 Ayat (2) UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE dan

 

atau pasal14 Ayat (1) dan pasal 15 UU No.1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana (dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak 2.000.000.000.00,-" Jelasnya.

 

 
 
 
 
Wartawan : Lilis
Editor : Dimas Madia
Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4