background img
bank bjb
Sebar Berita Hoax, Warga Jatinangor Diciduk Polres Sumedang

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, S.IK, M.H saat memberikan keterangan di jumpa pers, Kamis, ( 23/5/19).

Sebar Berita Hoax, Warga Jatinangor Diciduk Polres Sumedang

Sumedang - Nasib nahas menimpa DP (31) pria warga Dusun Sayang, Rt.03 Rw.07 Desa Sayang Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat, akibat terbawa emosi sesaat, saat ia menerima kiriman video di FB yang lantas ia repost ( sebarkan lagi) hingga DP ujung nya diamankan Polisi Polres Sumedang, Rabu, (22/5/19).
 
Sebetulnya, aku DP, ia pun menyadari jika tindakanya merepost di status FB nya merupakan kesalahan, dan ia pun sempat menghapus postinganya, namun aksinya itu sudah "kecium" pihak Polres Sumedang hingga ujungnya dia pun ditangkap di rumah nya karena terkait penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian.
 
"Saya menyesal merepost video yang tidak benar ( hoax -red) di status FB saya, tapi saya tdak ada motivasi apapun, saya hanya terpancing emosi sesaat saja, saat mengikuti peristiswa kerusuhan di Jakarata, saya mengaku salah ternyata postingan yang saya repost itu tidak benar ", ucap nya didepan wartawan, Kamis, ( 23/5/19).
 
Dikatakannya, ketidak benaran postingan peristiwa yang disebar di status FB nya, diketahui saat dia mengecek kembali ke status awal, 
"Ternyata video itu sudah tidak ada lagi, maka saya pun segera menghapus di FB saya", ujar nya.
 
Tapi rupanya bagi Polisi perbuatan DP sudah dianggap perbuatan melawan hukum, "Walaupun sudah dihapus repost itu, tapi sudah merupakan pelanggaran hukum, karena sudah tersebar di umum, dan kami sudah menscreenshot nya sebagai barang bukti", ucap Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, S.IK, M.H saat jumpa Pers dengan wartawan di Mapolres Sumedang, Kamis, ( 23/5/19).
 
Menurut Hartoyo, postingan Dian Pardiana alias DP mengandung ujaran kebencian khusunya kepada institusi Polri, 
 
"Dia merepost 3 video terkait peristiwa kerusuhan di Jakarta yang di dalam video itu menggambarkan seolah - olah suasan tindakan kepolisian, yang padahal isi di video itu hoax", jelas Hartoyo.
 
Dikatakan di release Polres, kalimat DP yang mengandung ujaran kebemcian itu diantaranya, SATU, " Edas kieu aparat keparat teh...kacida nepi ka make peluru bener..umat Islam moal mungkin nyieun rusuh mun teu dibalakan koplok..semoga Alloh memusnahkan anda yang mengfunakan kekuasaan untuk menindas", DUA, " Edan geus euweuh etikana aparat bangsat teh mun ieu bener nepi ka masjid2 kieu semoga sia sangsara dunia akherat", TIGA, ^ Kerusuhan di Petamburan geus teu lucu setinganan...era atuh iy...anda penguasa rakyat teu barodo jaman ayeuna mah",...
 
Akibat perbuatanya DP kini di jerat pasal pasal 45 ayat (2) jo 28 ayat (2) UU RI No.19 tahin 2016 tentang Informasi dan transaksi elektronik ( ITE), dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau Pasal 207 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.
Adapun barang bukti yang diamankan berupa, SATU, 1 ( satu ) unit handphone, DUA, Akun Facebook dengan nama Dian Pardiana, TIGA, Screenshoot postingan statua Face book atas nama Dian Pardiana.
Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS