background img
bank bjb
Proyek Bronjong di Pondok Salam Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Proyek Bronjong di Pondok Salam Diduga Dikerjakan Asal Jadi


PURWAKARTA – Selain pelaksanaan proyek bronjong di sungai Ciherang, Desa Gurudug  Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat yang tidak dipasang papan nama, pelaksanaan proyek juga diduga asal jadi dan serampangan.


Selain itu, ditemukan kedapatan pihak pelaksana terkesan serampangan melaksanakan pemasangan bronjong, termasuk bahan matrial yang digunakan dengan memanfaatkan batu kali.


Iwan Prahaneta Ketum KPLHI Iwan Prahaneta dengan tegas mengatakan, ada aturan yang seharusnya dilakukan sesuai Undang – undang dengan komitmen yang mesti dipenuhi oleh pihak rekanan / pemborong ketika memenangkan tender proyek. Diantaranya soal papan nama sesuai dengan Perpres Nomor 54/2010 dan Perpres Nomor 70/ 2012.


Dimana regulasi ini mewajibkan setiap kegiatan proyek yang dibiayai oleh negara, baik APBD dan APBN harus memasang nama proyek, termasuk jangan sampai ada pembangkangan terhadap UU Nomor 14 /2008 tentang keterbukaan publik.
“Papan nama ini sebaiknya jangan dianggap sepele, ini kan menginformasikan tentang jenis kegiatan, nilai kontrak dan sumber anggaran jangka waktu pekerjaan,“ ujar dia, Kamis ( 24/7/2019).


Sehingga dari hal yang dianggap sepele seperti pemasangan papan nama akan menimbulkan pertanyaan besar bagi pemerhati, baik dari kalangan masyarakat, ormas bahkan dari pihak penyidik baik itu kepolisian dan kejaksaan.


“Sebaiknya rekanan jangan main – main dengan pekerjaan yang dibiayai oleh negara. Uang ini milik rakyat, dan rakyat patut tau dan mendapatkan manfaat dari pekerjaan proyek tersebut. Jangan malah rekanan dapat untung sedangkan pekerjaan amburadul, “ cetusnya.


Sementara terkait dengan kondisi tersebut, Pengawas BBWS Jiman ketika dimintai keterangan mengatakan bahwa pihaknya selaku pengawas sudah berulangkali menyampaikan teguran kepada pihak rekanan dalam hal ini PT BP di Jakarta.
Baik itu menyangkut persoalan K3 untuk pekerja, papan nama kegiatan sampai dengan keterlambatan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan lebih awal. Namun, pihak rekanan belum melaksanakan teguran tersebut.


“ Kalau kualitas bahan kita cek sudah standar, termasuk bronjong. Kami sudah laksanakan tugas sesuai tupoksi,"katanya.


Sementara itu, Joko pihak pelaksana rekanan PT BP ketika dimintai keterangan mengaku hanya menjalankan perintah dari pimpinan, terkait dengan soal keterlambatan dan papan nama bukan menjadi kewenangan dirinya sebagai pelaksana.
Dirinya mengaku tidak memiliki kewenangan, menyoal beberapa komitmen yang harus dipenuhi pihak rekanan. Yang dia laksanakan bahwa proyek bronjong ini harus target dikerjakan dan selesai selama dua pekan kedepan.
“Kita akan tindak tegas, jika kedapatan melanggar, bila perlu kalau tidak sesuai suruh bongkar lagi agar diperbaiki, “ katanya

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 Brebes 4