background img
bank bjb
Polda Metro Jaya Ungkap Penyelundupan Kosmetik dan Obat-obatan Senilai Rp 67,1 Miliar

Polda Metro Jaya Ungkap Penyelundupan Kosmetik dan Obat-obatan Senilai Rp 67,1 Miliar

JAKARTA – Jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus penyelundupan kosmetik, obat-obatan, dan suku cadang ilegal asal China senilai Rp67,1 miliar.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono mengungkapkan, dalam kasus ini ada tiga laporan yang masuk. Penyidik kemudian menangkap tiga tersangka asal Indonesia berinisial PL (63), H (30), EK (44), dan satu warga negara China yakni AH (40).

"Para pelaku dengan sengaja memasukkan dari luar negeri secara melawan hukum (menyelundupkan-red) berbagai macam barang yang memiliki nilai jual yang tinggi," kata Gatot dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/8/2019).

Gatot merinci barang-barang tersebut berupa kosmetik, obat-obatan, bahan pangan, suku cadang kendaraan, dan barang elektronik.

"Barang-barang tersebut berasal dari negara Republik Rakyat China masuk ke wilayah negara Malaysia melalui pelabuhan Pasir Gudang Johor. Kemudian barang dikirim ke Pelabuhan Kuching Serawak," ujarnya.

Kemudian, barang dibawa menggunakan truk ke perbatasan wilayah Indonesia untuk diselundupkan melalui jalan darat ke wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

"Isi barang selundupan tersebut kemudian diangkut dengan menggunakan truk besar dari Pontianak melalui pelabuhan Dwikora dikirim menggunakan kapal angkut Fajar Bahari, kemudian masuk ke Pelabuhan Tegar (Marunda Center) Kabupaten Bekasi," tuturnya.

Para pelaku, kata Gatot, sudah melakukan penyelundupan tersebut selama bertahun-tahun.



Adapun dalam kasus ini pihaknya mengamankan barang bukti berupa 1.024.193 kosmetik dan obat-obatan berbagai jenis dan merek, 4.350 bungkus bahan pangan, 774.036 suku cadang berbagai jenis kendaraan, 48.641 berbagai jenis barang elektronik, 8 truk besar jenis fuso.

Kepada para pelaku polisi menjerat Pasal 197 UU No 36 Tahun 2014 Tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman 15 tahun, denda maksimal Rp1,5 miliar.

Pasal 140 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara dan denda maksimal Rp4 miliar. Kemudian, para tersangka dijerat Pasal 104 UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman hukuman 5 tahun, denda maksimal Rp5 miliar serta Pasal 62 UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman 2 tahun, denda maksimal Rp500 juta.

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS