background img
bank bjb
Ceduk Beberkan Fakta Sebenarnya Dihadapan Polisi

Sunarman alias Ceduk sedang diperiksa penyidik,Polres Bangka

Ceduk Beberkan Fakta Sebenarnya Dihadapan Polisi

Sungailiat,Bangka,sinarpaginews.com - Sejak resmi dilaporkan oleh pihak pelapor, Sunarman alias Ceduk,warga Kelurahan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (BABEL) selaku pihak terlapor memenuhi panggilan penyidik Polres Bangka untuk dimintai keterangannya. 

Pemberitaan sebelumnya Sunarman alias Ceduk, itu disebut - sebut warga berjiwa preman yang mencekik salah satu wartawan saat meliput dilokasi lahan di Mengkubung,kecamatan Belinyu,kabupaten Bangka.

Pantauan wartawan Ceduk beserta Pendamping Hukumnya (PH) Hendra Irawan datang memenuhi panggilan Penyidik Polres Bangka Sekira pukul 10 : 00 WIB

Usai Ceduk dimintai keterngan oleh penyidik, Pendamping Hukum terlapor ( Sunarman - red) kepada wartawan mengatakan kedatangan mereka memenuhi panggilan penyidik terkait adanya laporan dari pihak pelapor terhadap kliennya.

"Sehubungan ada laporan terhadap klien saya, sebagai warga negara yang baik kita kooperatif, untuk memenuhi panggilan penyidik. dihadapan penyidik klien kita sudah beberkan fakta apa yang terjadi, nah saya selaku PH berpendapat mereka ini tidak seperti apa yang telah diberitakan beberapa hari yang lalu," Kata Hendra Irawan, Jumat (25/10) bertempat di Polres Bangka.

Menurut Hendra Irawan kliennya punya alasan untuk melakukan hal yang dimaksud, dengan etikad baik mau menjelaskan fakta yang terjadi dihadapan penyidik.

"Saya rasa mereka juga ada alasan melakukan seperti itu, karena menurut Kitab Undang Hukum Pidana ( KUHP) ada alasan pemahaman karena terjadi sesuatu ada penyebab sehingga mereka ada etikad baik datang menjelaskan apa yang terjadi dilapangan." Jelasnya

kepada wartawan, Pendamping Hukum terlapor itu juga mengulas keberatannya terkait pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan Kliennya pereman.

"Dari pemberitaan kemarin, kami sangat keberatan atas sebutan pereman terhadap klien kita, didalam naskah berita itu tidak seimbang, yang mana tidak diberitakan penyebab klien kita, yang mana menurut naskah berita mencekik wartawan yang dimaksud. didalam KUHP diatur alasan memaafkan kalau difikir dengan menyebut preman itu harus lebih dikaji lagi karena klien ( Ceduk )kita belum tentu pereman," Terangnya

Ditambahkan Hendra, terlapor berita yang dipublis beberapa media terkait kliennya itu berita sepihak

"Nah seperti berita yang lalu terhadap Ceduk, itu menurut saya, berita sepihak hanya menerangkan tentang perbuatan - perbuatan apa yang dilakukan klien kami tanpa menerangkan apa penyebabnya. laporan pihak pelapor pun tidak ada laporan pemukulan hanya perbuatan tidak menyenangkan," Imbuhnya

Sesuai kapasitasnya sebagai PH terlapor Hendra Irawan akan melakukan upaya - upaya hukum untuk membela kliennya sesuai aturan yang berlaku.

"Sebagai PH langkah yang akan diambil normatif saja sesuai kapasitas sebagai PH, ya intinya nanti saya sama klien akan mempertimbangkan upaya - upaya hukumnya," Tukasnya

Menurut pengakuan Ceduk Sebelumnya, pihak pelapor yang bentak duluan dan minta dipukul

"Jadi begini kejadiannya,saya bicara sebenarnya, apa yang terjadi saat itu, awalnya kita datang kelokasi itu ( Mengkubung - red) ketemu rombongan wartawan, saya tanya dari mana? eh malah mereka yang tanya kita dari mana sambil bentak - bentak saya. saya orangnya gak bisa dibentak akhirnya saya jawab dengan nada keras juga, bahwa saya dari Belinyu sambil saya menunjuk tangan kearah Belinyu, seperti yang beredar dimedsos," Ungkap Ceduk, Sabtu (19/10) sore bertempat di rumah dinas camat belinyu

Kepada awak media Ceduk menceritakan saat itu lah salah satu wartawan berinisial RF menyuruh pukul dirinya

"Nah tak lama wartawan RF itu, menyuruh saya memukul dirinya, kemudian saya bilang sekali lagi, kamu bicara seperti itu ( minta pukul - red ) saya pukul beneran, perkataan RF menyuruh pukul itu yang buat saya panas dan saya juga bicara sama wartawan yang lain silahkan liput saya karena yang nyuruh mukul RF sendiri.dari mereka ada yang tanya tujuan saya datang ke Mengkubung ini apa? saya bilang saya sayang sama lokasi ini karena dulu ada perjanjian 100 meter dari bibir pantai tidak boleh ada aktivitas tambang mau pun tambak," Jelasnya

Lanjut Ceduk setelah terjadi cekcok mulut salah satu wartawan menarik RF dan menarik RF jauh dari dirinya

"Tak lama salah satu wartawan menarik RF agak jauh dari saya, setelah sempat berbincang RF mengaku bahwa saya sama RF masih keponakan. saya bilang kenapa tidak bicara dari tadi karena wartawan bukan musuh saya, aku bilang alangkah bodohnya wartawan mau minta pukul," Tukasnya

Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4