background img
bank bjb
GDPK Perlu Ditindaklanjuti Dengan Perda

GDPK Perlu Ditindaklanjuti Dengan Perda

TEGAL – Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Kota Tegal perlu ditindaklanjuti dengan penyusunan Peraturan Daerah. Agar GDPK tidak hanya menjadi sebuah buku saja tetapi juga dapat dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Apalagi roadmap GDPK Kota Tegal telah disusun hingga 20 tahun mendatang.

Hal tersebut terkuak dalam Seminar GDPK 5 Aspek Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas PPKBP2PA Kota Tegal di Rumah Makan Tempoe Doeloe, Kamis (7/11).

Seminar yang dibuka oleh Plt. Kepala Dinas PPKBP2PA Kota menghadirkan sebagai narasumber Tenaga Ahli Ekonomi Viki Balsa A. R. Hadir juga Analis Penetapan Parameter Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Fietta Setyasari, S.Kom.  Sementara peserta seminar berasal dari Kepala SMA dan SMP se-Kota Tegal yang terpilih, pengurus Fapsedu, pengurus KKI Kota Tegal dan OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal.

“Jika GDPK disusun sesuai dengan panduan yang ada, tentunya akan bisa digunakan sebagai panduan dalam pembangunan kependudukan kedepan. Tetapi GDPK ini harus ada Perwal atau bahkan dari Perda, supaya GDPK ini bisa dimanfaatkan,” ungkap Fietta Setyasari.

Dijelaskan Fietta Setyasari, jika tanpa Perwal atau Perda, GDPK hanya sebuah buku saja yang nantinya disimpan. “GDPK ini dapat digunakan sebagai kontek atau panduan dalam pelaksanaan RPJMD selama 20 tahun,” jelas Fietta Setyasari.

Masukan lainnya terkait penyusunan GDPK 5 Aspek, Fietta Setyasari menyebut terkait indikator perlu dibahas lagi dan dikoordinasikan dengan OPD lainnya. “Jika sudah ada Perwal maka indikator tersebut menjadi target dari masing-masing dinas,” kata Fietta Setyasari. Selain itu masukkan lainnya terkait teknis penulisan sumber dalam GDPK yang perlu dilengkapi kembali.

Kabid Pengendalian Penduduk Dinas PPKBP2PA Khusnul Hidayati menyebut seminar hasil penyusunan GDPK 5 Aspek dilaksanakan dalam rangka sosialisasi dan diskusi dalam rangka membedah permasalahan kependudukan di Kota Tegal sebagai penyempurnaan dokumen GDPK 5 Aspek Kota Tegal.

Sehingga dengan adanya sosialisasi GDPK kepada para pemangku kepentingan nantinya akan menumbuhkan komitmen dan rasa tanggungjawab dari para pemangku kepetingan terhadap kondisi kependudukan di Kota Tegal. “Jadi pemangku kepentingan memahami GDPK 5 Aspek Kota Tegal dari aspek kuantitas, kualitas, pesebaran penduduk, administrasi penduduk dan ketahanan keluarga,” ungkap Khusnul.

Plt. Dinas PPKBP2PA Kota Tegal Sugeng Suwaryo, S.Sos menyebut Dokumen GDPK 5 Aspek merupakan suatu rumusan perencanaan pembangunan kependudukan yang  dapat menjadi pedoman bagi para pemangku kepentingan guna mensikronisasi dan mengintegrasikan kebijakan, sasaran, dan program dalam perencanaan pembangunan agar sesuai dengan situasi dan kondisi kependudukan di wilayahnya. Karena rumusan GDPK berisi antara lain data situasi kependudukan, proyeksi kependudukan, serta roadmap dan program pembangunan kuantitas penduduk, kualitas penduduk, penataan persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk dan administrasi kependudukan.

“Kita bersyukur karena Kota Tegal telah melaksanakan penyusunan GDPK 5 Aspek tahun 2020-2040. Mudah-mudahan dokumen ini bermakna bagi pengelola dan pemangku kepentingan, baik unsur pemerintah Kota Tegal maupun elemen masyarakat Kota Tegal,” harap Sugeng.(hid/hum).

Berita Lainnya
purwakarta kab COLUMBUS bess travel Brebes 4