background img
bank bjb 1
Pilkades e-Voting Tahap Pertama Disosialisasikan

Pilkades e-Voting Tahap Pertama Disosialisasikan

BREBES - Menjelang Pilkades e-Voting gelombang kedua Tahun 2019 digelar sosialisasi  dan simulasi e-Voting Pilkades bagi panitia Pilkades se Wilayah Brebes Selatan. Sosialisasi yang digawangi Bagian Pemerintahan Desa Setda Brebes dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Brebes berlangsung di Pendopo Kawedanan Bumiayu, Brebes, Kamis (14/11).

Kepala Dinpermades Rofiq Qoidul Adzam menjelaskan, Pilkades e-Voting baru akan dilaksanakan di Kabupaten Brebes Tahun 2019. Sejumlah daerah di Indonesia saat ini telah menggunakan perangkat Electronic voting (e-Voting) yang diproduksi BPPT bersama PT INTI. Hal-hal yang baru, kerap mendapatkan tantangan atau kesulitan. Untuk itu, perlu digelar secara masif sosialisasi agar makin paham dan mengerti tentang E-voting.

Dia menjelaskan, satu set perangkat e-Voting terdiri dari tiga alat. Sebuah komputer khusus dipakai untuk menampilkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). DPT yang diinput adalah data yang terverifikasi dan berasal dari panitia Pilkades.
Alat kedua disebut sebagai pembaca kartu tanda penduduk (KTP Reader). Fungsinya adalah untuk membaca data kependudukan warga yang hendak menunaikan hak pilihnya.

“Tata urut pelaksanaan Pilkades e-Voting ini sebenarnya tak berbeda jauh dari pemilu pada umumnya. Sistem elektorniknya lah yang membuat berbeda, lebih mudah dan akurat,” kata Rofiq.

Dalam  Pilkades e-Voting pemilik suara cukup menempelkan KTP, lantas diverifikasi dengan sidik jari elunjuk kiri atau kanannya. Selanjutnya ada komputer generator, yang berfungsi membuka akses sistem pemilih ke bilik suara.
Pembuka akses itu berupa kartu plastik yang disebut (Smart Card). Bentuknya seperti kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Isi kartu itu berupa data digital.

"Semacam Password untuk pemilih masuk ke sistem e-Voting," tutur dia menjelaskan.
Sama seperti pemilu konvensional, setelah itu pemilih masuk ke bilik suara yang telah dipasangi monitor komputer berlayar sentuh bergambar para kandidat kepala desa. Selain itu, ada fitur untuk mengulang jika pilihannya hendak diganti.
"Juga suara kosong bagi pemilih yang abstain atau tidak memberikan suaranya di bilik suara," Rofiq menerangkan.

Kemudahan Pilkades sistem e-Voting juga bisa dilihat dari kecepatan hasil pilkades yang seketika muncul setelah proses pemungutan suara dinyatakan selesai. Tentu ini berbeda dengan sistem pemilihan konvensional yang mesti melewati tahapan penghitungan suara.
Hasil Pilkades ini lantas dicetak dengan alat yang disebut sebagai Thermal printer. Perangkat ini berfungsi mencetak hasil pilkades dan kode digital lain.

"Tanpa nama pemilih ikut tercantum, kertasnya dikumpulkan dan disimpan serta dijaga kerahasiannya," dia menambahkan.

Selanjutnya Plt Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda La Ode Aris Vindar dalam laporannya menyampaikan, Sebanyak 36 desa dari 6 Kecamatan se Wilayah Brebes selatan bakal menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades). Menariknya, Pilkades tahap pertama ini dilakukan dengan sistem e-Voting,

Pilkades e-Voting gelombang kedua tahun ini akan dilakukan tiga tahap, dimulai tanggal 8 Desember untuk wilayah Brebes Selatan, wilayah Brebes Tengah  15 Desember dan yang ketiga Wilayah Utara 22 Desember 2019.

“Untuk memastikan seluruh perangkat dan kesiapan pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Brebes telah mengecek alat dan melatih mensosialisasikan serta memberi pembekalan panitia pilkades, terangnya. (hid/sup).

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Beebopp pa erwin ASEP PRESIDEN purwakarta 2