background img
bank bjb
Hendak Edarkan Narkoba, Polisi Tembak Mati Sindikat Narkoba Jaringan Jawa-Sumatera

Hendak Edarkan Narkoba, Polisi Tembak Mati Sindikat Narkoba Jaringan Jawa-Sumatera

Jakarta, -- Seorang pria berinisial DS ditembak mati Polisi karena diketahui merupakan anggota dari sindikat narkoba jaringan Jawa-Sumatera. DS sendiri memiliki anak buah bernama Dimas yang ditangkap Polisi di kawasan Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengungkapkan, Dimas ditangkap bersamaan dengan barang bukti berupa ganja yang terdapat dalam mobilnya bermerek Honda Mobilio warna putih sebanyak 7 dus dengan total berat 210 kilogram.

Setelah penangkapan itu,  polisi mengetahui adanya tersangka lain yang melarikan diri. Tersangka tersebut tak lain adalah DS sendiri yang melarikan diri menggunakan sepeda motor ke kampung Cianyar Ciloto, Cipanas, Jawa Barat. Di sana DS ditangkap polisi pada Minggu 22 Desember 2019.

Kepada polisi, DS mengaku mendapat ganja dari seorang pengedar lain berinisial D. Namun, inilah saat-saat terakhir DS menghirup udara karena saat dimintai pertanggungjawabannya ia malah nekat melawan polisi.

"Saat  DS disuruh menunjukkan tempat persembunyian D, dia melawan petugas dan berusaha kabur sehingga ditembak," ujar Yusri saat konferensi pers di RS. Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019).

Upaya mengejar satu orang tersangka lagi, yakni D, kandas karena perlawanan yang berujung pada meninggalnya DS saat hendak dibawa ke RSPP Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tersangka D sendiri menurut pengakuan DS berada di Lampung. DS dan DM merupakan anak buah dari D yang berencana mengedarkan ganja di malam tahun baru.

"DM ini mengaku akan mengedarkan barang ini pada malam tahun baru. Sementara yang buron (D) masih kami lakukan pengejaran," pungkas Yusri.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Sapta Marpaung menyebut DS merupakan residivis kasus Narkoba. DS sudah empat kali mengedar ganja dari Sumatera ke Jawa.

"Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah narkoba, Polda Metro Jaya melakukan antisipasi dan operasi serta mengembangkan penyelidikan sampai ke Sumatera untuk mengungkap jaringan," terangnya.

Menurut Yusri, kasus tersebut masih terus dilakukan pengembangan karena masih adanya satu orang tersangka yang belum tertangkap. Ia juga belum bisa menyebutkan tersangka DS residivis dari lembaga pemasyarakatan (lapas) mana karena perlu memeriksa berkas kembali, termasuk ke kalangan mana ganja tersebut akan diedarkan.

"Kasus ini kan masih kita kembangkan, nanti bila sudah jelas semuanya akan kita paparkan kembali," katanya saat dikonfirmasi redaksi24.com, Selasa Malam (24/12/2019).

Berita Lainnya
HSN KOTA TEGAL iklan umroh radio  thomson PDAM Kota Bdg
HSN HARAPAN BERSAMA bank bjb bawah iklan umroh astra motor