background img
bank bjb
Pemilik Klinik Intan Medika dilaporkan Kepolda

dr.Mario DS didampingi Kuasa hukum Heriyanto.SH saat konferensi pers

Hendri Jan Pemilik KIM Bangka, Dilaporkan Mario Ke SPK Polda Prihal Cek Kosong

Pemilik Klinik Intan Medika dilaporkan Kepolda

Pangkalpinang Babel  - dr.Mario Dominicus Simanjuntak (41) Warga Perumahan Citralannd , Kelurahan Bacang Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh teman bisnisnya sendiri sesama dokter yakni dokter Hendri Jan Alias Akiong.

Akibatnya, Mario mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 500 juta belum termasuk bunga dan lainnya hingga selanjutnya membuat pelaporan pengaduan ke SPKT Polda Kepulauan Bangka Belitung, pada  20 Januari 2020 laluu

Sebelumnya dr.Mario Dominicus Simanjuntak didampingi PH Heriyanto.SH melakukan jumpa pers di sebuah kafe di Pangkalpinang Jumat lalu, Mario melalui panasehat hukum Heriyanto mengatakan atas laporan tersebut klienya sudah dimintai keterangan oleh pihak penyidik. “Klien saya sudah menjelaskan kronologis kasus ini kepada penyidik. Mungkin dalam waktu dekat penyidik akan kembali memeriksa klienya guna melengkapi penyidikan yang sedang berlangsung guna diangkat ke tahapan yang lebih serius,” kata Heriyanto.

dr.Mario melalui Kuasa hukumnya Heriyanto.SH mengatakan, atas laporan yang dibuat ke SPK Polda Babel kliennya sudah dimintai keterangan oleh penyidik. " Klien saya sudah menjelaskan kronologis kasus ini kepada penyidik. Mungkin beberapa waktu dekat penyidik akan memeriksa kliennya guna melengkapi penyididkan yang sedang berlangsung guna diangkat ketahap yang lebih serius. Kata Hariyanto dalam jumpa pers dengan awak media

Dilanjutkan Pengacara kelahiran Belitang OKU Timur Sumsel, Senin tanggal 2 Desember 2019 sekitar pukul 14 WIB dr.Mario mendapatkan cek sebanyak 4 lembar totalnya Rp 100 juta dari dr. Hendry Jan untuk pembayaran hutang. Rincianya cek ke 1 jatuh tempo pencairan tanggal 5 Desember 2019 sebesar Rp 15 juta yang sudah diuangkan. Pada cek ke 2 jatuh tempo pencairan pada tanggal 20 Desember 2019 sejumlah Rp 35 juta yang sudah diuangkan.

Pada cek ke 3 jatuh tempo pencairan pada 20 Januari 2020 sejumlah Rp 25 juta dan pada cek ke 4 jatuh tempo pencairan pada tanggal 25 Januari 2020 sejumlah Rp 25 juta. “Pada tanggal 20 Januari 2020 saat klien bermaksud mencairkan cek ke 3 sebesar Rp 25 juta sesuai dengan jatuh tempo pencairan di Bank Syariah Mandiri ditolak oleh bank dengan alasan saldo rekening giro atau rekening giro khusus tidak cukup. Karena tak bisa dicairkan itu klien menghubungi langsung saudara Hendry Jan sebanyak 2 kali tetapi panggilan telepon tidak diterima dan ditolak,” kata Heriyanto

Begitu juga dengan cek ke 4 yang coba dicairkan tanggal 25 Januari ternyata juga ditolak oleh Bank. “Jadi 2 cek tersebut ditolak oleh Bank dengan mengeluarkan keterangan penolakan. Karena cek ini sebagai alat pembayaran yang sah, maka kami berkesimpulan ada sisi pidananya. Akhirnya dibuatlah laporan polisi,” ungkap Heriyanto yang didampingi dr. Mario.

Fatalnya lagi, lanjutnya, kliennya tidak bisa menghubungi Hendry Jan hingga saat ini karena Whatsapp sudah diblokir dan panggilan telepon klien tidak pernah diangkat lagi dan selalu ditolak. “Klien kita merasa sangat dirugikan,” tukasnya

Selasa 11 February 2020 Kuasa Hukum dr.Mario juga menyampaikan perkembangan terbaru pihak mendapatkan telpon dari penyidik bahwa rencananya besok Rabu 12 February 2020 atau Kamis 13 February 2020 terlapor (Hendry Jan.red) akan diperiksa oleh penyidik. Tentunya ini menandakan keseriusan dari penyidik menanggapan laporan dari kita sehingga harapan nanti status lebih jelas karena dalam ilmu hukum tidak ada namanya sifat membuat aduan yang ada membuat laporan. Selanjutnya kita minta diproses ujarnya kepada Media Sinarpaginews via telpon.

Sementara itu, Hendry Jan selaku Direktur Utama dan Owner Klinik Intan Medika (KIM) sebagai terlapor saat dikonfirmasi oleh Media Sinarpaginews terkait pemberian cek kosong oleh dirinya serta tanggapan telah dilaporkan Ke SPK Polda Kep.Babel dirinya tidak banyak berkomentar .“  Masalah ini, Sudah di koordinasikan oleh Pak Marah rusli dan Pak Leo." Jawabnya Hendri Jan singkat melalui pesan whatsapp. Selasa 11 February 2020

Terpisah, Penasehat hukum (PH) Marah Rusli.SH kepada wartawan mengatakan pihaknya belum bisa untuk memberikan penjelasan rinci. Pasalnya belum diketahui perihal laporan yang dimaksud. “Kita selaku Penasehat Hukum belum tahu atas laporan tersebut, juga atas perkara apa. Yang kita tahu dr. Mario memang pernah jadi direktur di KIM sana,” kata Marah Rusli

Selain itu diakui oleh Marah Rusli kliennya kalau ngak salah ada pemanggilan dari pihak Penyidik Polda itu hari Kamis (Hari ini.red) Tanggal 13 Februari 2020, saya juga belum tahu pemangilan dari Polda terhadap kliennya, karena pemanggilan langsung ke Hendri Jan dirinya pun baru tahu kala dihubungi oleh Hendri Jan, Saat ditanya apakah akan datang dengan pemangilan tersebut, tentunya dirinya akan datang mendampingi karena sudah ada laporan, kecuali ada sifatnya urgents mungkin ngak datang sehingga dipanggilan ulang. Intinya pemangilan ini sifatnya meminta keterangan dari klien karena kliennya yang lebih tahu terkait prihal apa yang dilaporkan.

Kalaupun memang benar dr. Mario telah melaporkan klienya itu, menurutnya itu hak dr. Mario selaku warga negara. “Kalau memang benar dia melapor, itu haknya dia. Tetapi yang jelas nanti kita juga akan memberikan klarifikasi atas laporan tersebut. Untuk saat ini kita hormati dulu haknya itu selaku warga negara,”tukasnya

Ipda Windu Panit Subdit IV Direktorat Diskrimum Polda Kep.Babel saat dihubungi mengatakan yang bersangkutan tentunya sudah kita undang dan dalam Minggu ini beliau (Hendri Jan) akan hadir memenuhi undangan kita, terkait laporan yang dibuat oleh saudara Mario tentunya kita tindak lanjuti " Kalau itu (laporan.red) pasti kita tindak lanjuti namun tetap sesuai prosedur. Terangnya Rabu (12/02/2020) siang.(Supardiansah)

 

Berita Lainnya
radio  thomson bank bjb bawah iklan umroh astra motor