background img
Kapolres Cek Langsung Aktivitas Ti Rajuk  Di Sampur

Kapolres Cek Langsung Aktivitas Ti Rajuk Di Sampur

PANGKALPINANG, Sinarpaginews.com - - Kapolres Pangkalpinang AKBP iman Rusdiono memimpin langsung pengecekkam Aktivitas Tambang Inkovensional (TI) Dusun Sampur desa Kebinti kecamatan Pangkalanbaru Kota Pangkalpinang, Kamis (12/3/2020) Pukul 10.00 WIB. 

 
Selain Kapolres, Tampak, Wakapolres Pangkalpinang, Kabag Ops Polres Polres Pangkalpinang Kompol Sihotang,  Kasat Polair AKP Herry, Kades Kebinti Bobo, Ketua Nelayan Sodik, Babinsa Dodi dan seluru Personil dari Satpolair dan Sabhara serta Intel Polres Pangkalpinang ikut melakukan peninjauan.

 
Pantauan, Saat dilapangan Aktivitas Tambang Timah,  diperairan pesisir pantai Sampaur terlihat berhenti.  Namun Diseputaran Tanjung Bungah, Batu Belubang dan Tanjung Gunung,  masih beroprasi tampak masih beroprasi. 

 
Dihadapan Kapolres serta Jajarannya, Kades Kebinti Bobo, mengatakan, pihaknya sudah menggelar pertemuan antara Nelayan dan penambang untuk tidak melakukan penambangan di perairan pesisir Sampur.

 
Kesepakatan itu, setelah di adahkan pertemuan dua bela pihak selama empat kali yang dihadiri ketua nelayan Sodik berikut Bhabinkantinmas dan Baninsa. 

 
"Pertemuan sudah kita lakukan,  dan hari ini sudah empat kali, kita sudah sepakat untuk mengusir aktivitas tambang dpesisir kita, "kata Kades Bobo, 

 
Kades Mengaku, Aktivitas Tambang diwilayahnya. Tidak ada ijin dari pihaknya atau menyuruh untuk menambang, jadi kalau dikemudian hari kembali ditemukan silahkan tanggung resiko. 

 
"Terimakasih Pak Kapolres Pangkalpinang AKBP iman Rusdiono yang sudah memberikan arahan kepada kami, "ucapnya. 

 
Ketua Nelayan Sampur Sodik, kepada Awak Media, dan para Nelayan berikut  Polres,  mengatakan Nelayan khususnya masyarakat Sampur harus, kompak untuk mengusir Tambang diwilayah Sampur.  Menurutnya Aktivitas tambang tersebut sangat mengganggu, Jalur nelayan yang hendak dilaut. 

 
Selain itu,  kata Sodik,  laporan yang pihaknya dapatkan, pera penambang sudah hampir beroprasi didekat taluk, jadi kalau taluk ini hancur siapa yang mau bertanggung jawab. 

 
"Harus satu suara, jangan mengkoar aja bilang setuju kalau dikemudian hari ada okmum-oknum yang mau pasang badan dan buka disini kita, Ramai - ramai mengusirnya, "ucapnya. 

 
Sementara itu, Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Rusdiono, kepada Sejumlah Media,  mengaku akan terus melakukan patroli Ritun untuk penindakkan aktivis tambang

 
"Hari ini kita memastikan, apakah masih beroprasi atau tidak. Pengecekan hari ini setelah, hari sebelumnya kita sempat meminta untuk tambang nya agar segera di angkat dan tidak ada lagi yang beroprasi. 

 
Bilah dikemudian hari,  Kata Kapolres masih beroperasi akan di Proses secara hukum sesuai aturan yang berlaku dan harus digaris bawahi, bahwa Polisi tidak pernah menyuruh Para penambang untuk bekerja atau menginjinkan.

 
"Yang kerja Siap-siap saja kalau mau berurusan hukum, kita tidak Main-main,  Polair Polres Pangkalpinang akan saya suru patroli rutin, terus jangan bawa-bawa nama polisi atau ada bahasaya polisi yang mengijinkan.  Kami disini untuk bicara penegakkan hukum,  bukan mengijinkan kalau pun ada bahasaya ijin itu Dinas Pertambangan bukan polisi, "Tegasnya.  (Ode) 

Berita Lainnya
pemda brebes Pemda Brebes 2 Pemda Brebes 3 Pemda Brebes 4
Square bawah 5 Square bawah 6 Square bawah 7 Square bawah 8
Bawah 34 SMK pa Asep Bawah 34 Pemda Sukabumi