background img
fULL BENNER 1
Tolak Ditertibkan PSBB, Pedagang Tanjil Ngamuk dan Nyaris Baku Hantam

Pedagang tanjil di Bekasi bentrok dengan petugas. Foto: Istimewa.

Tolak Ditertibkan PSBB, Pedagang Tanjil Ngamuk dan Nyaris Baku Hantam

BEKASI - Penerapan PSBB ( Pembatasan Sosial Bersekala Besar ) memunculkan persoalan delematis ditengah masyarakat, pasalnya, ada juga masyarakat yang terpaksa berjualan untuk memenuhi kebutuhan Sehari-hari untuk makan keluarganya.
 
Sabtu 2 Mei 2020 sore, bentrokan terjadi antara petugas tiga pilar dengan puluhan pedagang tanjil di Perumahan Duta Indah Kelurahan Jatimakmur, Pondokgede,Kota Bekasi, Jawa Barat. Pasalnya, mereka menolak ditertibkan.
 
Insiden ini dipicu ulah pedagang yang tetap nekat berjualan meski telah dilarang karena melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
Situasi sempat memanas manakala kedua kubu nyaris baku hantam, yang kemudian berhasil dilerai oleh aparat kepolisian dan TNI di lokasi.
 
Camat Pondokgede Nesan Sujana mengatakan, meski Ramadhan, namun upaya penertiban pedagang takjil perlu dilakukan karena telah melanggar aturan PSBB dan menyebabkan kerumunan massa.
 
"Kita akan tetap lakukan penertiban untuk menjaga kondusifitas wilayah dan penerapan poin PSBB di kewilayahan. Bila tidak kita minimalisir, berarti akan bertambah panjang waktu penanggulangan virus Corona ini," kata Nesan, Sabtu (2/5/2020).
 
Mantan Camat Jatiasih ini menjelaskan adanya kekhawatiran penyebaran virus Covid-19 yang masif dalam kerumunan. Hal ini mengingat Kota Bekasi telah masuk ke dalam zona merah penyebaran Covid-19.
  
Ada yang Mengkoordinir
 
Nesan pun menduga ada pihak-pihak yang sudah memprovokasi para pedagang, sehingga tetap nekat berjualan di saat PSBB.
 
"Memang karena terlalu banyak pedagang, ada yang mengkoordinir dan membayar beberapa orang bayaran. Nanti akan kita cari siapa provokatornya, kita libatkan pihak kepolisian," paparnya.
 
Sejumlah personel yang diturunkan untuk menertibkan para pedagang tersebut, antara lain Satpol PP, damkar, kepolisian, TNI, ASN, OPD setempat.
 
"Mungkin hari ini ada perlawanan karena terkoordinirnya masalah pedagang," pungkas Nesan.
Berita Lainnya
bawah 32 bawah 33 bawah 34 Square samping 3