background img
fULL BENNER 1
Naiknya Perkara Pengeroyokan Di polsek Payung Menuai Protes

Naiknya Perkara Pengeroyokan Di polsek Payung Menuai Protes

PAYUNG,-- Uang Rp 90 Juta Raib, anak masih di proses hukum, begini lah yang di alami Surya Dewi (45) warga Desa Pangkal Bulu, RT 002, RW 003, kecamatan Payung, kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel),

Wanita enam anak ini, mempertanyakan kasus anak kandungnya, Rifki Aldian Kusuma (20), yang tersandung kasus Tindak Pidana Pengeroyokan, Minggu 26 Januari 2020 lalu.

Pasalnya kasus yang di maksud pasal 170 ini dirinya, tidak mengira bahwa penyerahan uang kepada korban senilai Rp 90 juta, bakal menyelesaikan masalah tersebut. Namun kasusnya berbuntut Panjang.

Kepada sejumlah wartawan, Ibu Surya menceritakan bahwa sebelum perdamaian itu dilakukan pihaknya sempat di mendatangi Polsek Payung.

"Jadi waktu itu kami sempat menghubungi korban dan korban mau damai dan kami langsung, kerumah Kanit Reskrim Bripka Firda Sastra Dinata dan melaporkan bahwa korban sepakat untuk damai dengan pihak kami (Pelaku-red), setelah menginfokan itu hingga beberapa jam kemudian. Kanit Reskrim tersebut kembali menginfokan kesaya bahwa agar saya langsung menghubungi Kades Pangkal Bulu Pak Marjan, dan kemudian ketikan saya menghubungi Kades. Kades pun mengarahkan agar saya langsung ke Polsek. Setelah Ke Polsek kembali, pihak kepolisian Polsek Payung menyarankan agar perdamaian yang akan kami lakukan bisa di Desa Malik atau di Desa Pangkalbulu,"kata Ibu Surya yang di temuin Awak Media.

Kades Pangkalbulu Marjan, ketika di konfirmasi, Selasa (05/5/2020), pukul 17.00 WIB. Terkait kasus 170 itu membenarkan adanya kejadian itu. Saat di tanyak lagi apakah kedua bela pihak sudah ada perdamaian dirinya mengaku itu benar.

"Jadi palaku ini ada 5 orang, 3 di antaranya anak di bawa umur dan 2 nya lagi sudah dewasa, hingga Ahkirnya 2 pelaku di proses hukum. Jadi waktu itu kami sudah berupaya untuk melakukan perdamaian dan malam itu sebenarnya kami sudah menyuruh pihak orang tua pelaku agar jangan di urus lagi karena kami tau kasusnya itu sudah di lanjut sebelum penyerahan uang tersebut ngotot dan pergi ke Desa Malik tanpa kami dan membuat surat perjanjian hingga memberikan uang sebesar Rp 90 Juta,"ucapnya.

Lanjut Marjan, bahwa sebenarnya, orang tua pelaku lain si tidak sepakat untuk memberi-berikan uang seperti itu. Ia pun menceritakan masalah ini pun sempat juga di mediasi Pihak Polres Basel.

"Masalah ini sempat juga Polres datang langusng Ke Polsek dan setelah mediasi hingga di hadiri juga pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) berikut pihak pelaku dan korban,"ungkapnya.

Terpisah Kades Malik Wendi, yang juga di konfirmasi, membenarkan perdamaian yang pihak nya saksikan waktu itu. Perdamaian untuk tiga pelaku yang masih du bawa umur. Sementara dua pelakunya dewasa dan satu orang dari dua tersebut juga sudah sangat dewasa dan waktu itu sudah ada perencanaan untuk membunuh bawa Senjata Tajam (Satjam) segala macam kemduian orang tua korban tidak terima.

"Ada itu yang urus kemarin kami hanyah menyaksikan saja dan di saksikan oleh Polsek juga itu dan kalau penyerahan uang itu di kantor Desa Malik berikut di saksikan kades Pangkal Bulu dan BPD nya juga. Kami jujur pak sangat menyesali perbuatannya, si pelaku yang mahasiswa itu, masa sebagai mahasiswa bukan melerai Adek nya. Tapi menyuruh adek nya bawa parang dan masalah ini bukan hanya sekali saja pak melainkan sudah berulang kali hingga,"ungkapnya.

Saat di tanyakan masalah uang yang di serahkan pelaku untuk korban. Menurut Kades Malik Wendi bahwa uang itu di serahkan pelaku guna biaya kerusakan kendaraan berikut pengobatan yang mana korban di bacok pakai parang hingga mengalami jahitan di kepala sebanyak 30 jahitan.

"Jadi selain 30 jahitan ada korban yang lain juga kayak binatang itu di hajar pelaku menggunakan kayu hingga terpental ke bandar dan pelaku saat itu sedang terpengaruh Minuman Keras (Miras), dan pelaku juga sudah menyiapkan Parang Bambu dan kayu yang di simpan di perbatasan Desa Pangkalbulu dan Desa Malik dan itu kan menurut saya itu sudah berencana dan saya sekali kades pihak korban tidak terima itu pak."ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Payung AKP Hendri Amor ketika di konfirmasi mengaku dirinya sempat mendengar kasus itu dan Iapun sudah menanyakan masalah itu Ke Kanit Reskrim
Bripka Firda Sastra Dinata.

"Jadi saya sudah tanya anggota jadi perdamaian itu tanpa sepengetahuan Polsek itu menurut Kanit yah yang saya tanya, mereka melakukan perdamaian karena ada satu itu kalau tidak salah Bapas yah, dan ada dua iti pelakunya dewasa jadi korban itu minta ganti rugi dan kami pun tidak tau perihal masalah berdamai itu hingga sampai pembayaran uang kami pun tidak tau, itu menjelaskan Kanit dan perintah Pak Kapolres bahwa itu harus di lanjutkan kasusnya, ini harus di ketahui masyarakat ada pun perdamaian itu kan akan meringankan sewaktu di pengadilan nanti dan itu tetap di lampirkan surat perdamaian tersebut dan kebanyakan itu lah yang menjadi pertibangan hakim untuk memutuskan lebih ringan hukumannya. Kalau mau bicara aturan, setiap perdamaian itu tidak menghilangkan pidananya dan perkaranya tetap naik."pungkasnya. (Ode)

Berita Lainnya
bawah 32 bawah 33 bawah 34 Square samping 3