background img
fULL BENNER 1
Diduga Memalsukan Data Pelaku, Oknum Aparat Desa Pangkalbulu Akan Dilaporkan Ke Polda Babel

Diduga Memalsukan Data Pelaku, Oknum Aparat Desa Pangkalbulu Akan Dilaporkan Ke Polda Babel

PAYUNG, -- Kasus PSurya Dewi (45) warga Desa Pangkal Bulu, RT 002, RW 003, kecamatan Payung, ketika dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (07/5/2020) Pukul 18.00 WIB.

Mengaku akan mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisiaan Terpadu (SPKT) Polda Babel bertujuan untuk melaporkan oknum aparat Desa Pangkal Bulu yang diduga memalsukan data satu orang pelaku. Hingga saat ini pelaku tersebut bebas alias tidak di tahan dan menghirup udara segar di luar jeruji besi.

"Semua pelaku ini ada lima orang pak, yang di tahan dua orang dan yang di bebaskan tiga orang. Seharusnya dua orang yang di bebaskan itu. Karena ada pemalsuan data tersebut, jadi tiga orang yang bebaskan yah saya mau menuntut itu pak," kata Surya.

Menurut Ibu Surya lima pelaku yang terlibat itu, di antaranya Sohabudin Lahir 17 Nov 2001, Rifki Aldian Kusuma Lahir 25 Juni 2000, Ahmad Tu Bagus 18 Desember 2000, Adi Saputra 18 Desember 2003, Odi Al Ashafani Lahir 13 Nov 2002,

Nah Sohabudin dan Rifki saja di tahan, saya si tidak menyalahkan aparat Kepolisian Polsek Payung mereka sudah bergerak sesuai prosedur. Hanya saja ada data palsu itu jadi proses hukumnya saya melihat masih ada kurang dan tidak adil.

"Sementara di data aparat Desa yang di berikan kepada Pihak Polsek Payung itu Ahmad Tu Bagus kelahiran 2003, nah itu kan namanya pemalsuan pak, kenapa dia (Tu Bagus-red), bebas dan anak saya di tahan, sementara di KTP yang sebenarnya Tu Bagus lahir tahun 2000 sama juga dengan anak saya yang di tahan saat ini,"sesalnya.

Lanjut dikatakan ibu anak enam itu bahwa dirinya, meminta ke adilan aparat Kepolisian khususnya Polda Babel berikut Jajarannya, untuk tidak mènebang pilih dalam penegakkan hukum dan memproses oknum aparat Desa yang diduga memalsukan data salah satu pelaku.

"Kami orang miskin ini meminta keadilan pak. Tolong pak polisi tegakkan hukum Sebenar-benarnya, tolong proses para oknum aparat Desa juga yang memalsukan data tersebut. Saya sudah terlalu sakit pak dengan masalah ini, damai sampai uang Rp 90 Ludes itu pun sampai gadai rumah di Bànk, anak saya masih saja di proses dan bukan 90 juta saja melainkan saya juga dimintai uang Rp 5 juta kepada oknum untuk menyelesaikan masalah ini,"ujarnya kepada Awak Media.

Sementara Kepala Desa (Kades) Malik Marjan, ketika di konfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (07/5/2020)
Malam, terkait dugaan pemalsuhan data oknum aparat Desa tersebur mengaku bingung atas kejadian tersebut. Iapun mengaku pemalsuan data itu, Semata-mata untuk menyelamatkan Warganya (Pelaku-red).

"Kalau dia (Ibu Surya-red) mau melaporkan itu terserah dia kita juga sudah berniat baik untuk membantu masyarakat kita, Ya gimana lah pak namanya juga warga minta bantu ke Desa kalau bisa jangan di perpanjang lah. Tapi misal kalau mau melapor terserahlah tidak Apa-apa,"ujarnya.

Saat di singgung siapa oknum aparat Desa yang berani melakukan pemalsuan data tersebut. Dirinya mengaku awalnya orang Tua Tu Bagus itu datang ke Kantor Desa untuk meminta agar merubah data kemudian saya mengarahkan agar ke Sekertaris Desa (Sekdes), dan dirinya pun menghubungi Sekdes untuk cepat membantu masyarakat yang perlu bantuan.

"Jadi ceritanya waktu itu panik untuk mengkondisikan ketegangan antara masyarakat Desa Malik dan Desa Pangkalbulu, jadi warga itu datang meminta tolong kami, bahwa mereka mau merubah data indetitas yang mana menurut mereka ada yang salah di KTP salah satu pelaku. intinya pak kami ini bagaimana agar masalah ini kodusip kita menjaga masalah dua belah pihak agar tidak bentrok pada waktu itu dan ini tidak gampang pak."tutupnya. (Ode)

Berita Lainnya
bawah 32 bawah 33 bawah 34 Square samping 3