background img
bank bjb 1
Kuasa Hukum Djoko Tjandra : Beliau Akan Hadir Dipersidangan Pada Senin Mendatang

Kuasa Hukum Djoko Tjandra : Beliau Akan Hadir Dipersidangan Pada Senin Mendatang

Jakarta, - Setelah belasan tahun dalam pelarian, Djoko Tjandra dikabarkan berada di Jakarta. Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut Djoko Tjandra datang ke PN Jakarta Selatan untuk mendaftarkan PK pada 8 Juni lalu.

Djoko Tjandra pada 8 Juni 2020 datang sendiri ke PN Jaksel untuk mendaftarkan PK. Namun, dia tidak menghadiri sidang perdana pada 29 Juni 2020 lalu dengan alasan sakit.  Atas desakan dari jaksa diharapkan Djoko S Tjandra dapat hadir di persidangan pada, Senin (6/7/20). Karena ini sudah tertuang dalam undang-undang hukum acara pidana pasal 263 dan pasal 265 yang menyebutkan pemohon PK harus dihadirkan pada persidangan.

Andi Putra Kusuma selaku kuasa hukum Djoko Tjandra dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7/20) mengatakan bahwa kliennya akan hadir pada sidang hari Senin mendatang  hal ini didapatnya dalam komunikasi yang rutin dilakukan melalui telepon,"Tapi hingga saat ini kesehatannya masih belum membaik. Tapi mohon doakan juga dia sebelum tanggal 6 (Juli) bisa hadir," " ungkap Andi.

Andi tidak memberikan jawaban jelas soal keberadaan Djoko saat ini. Dia hanya mengatakan surat keterangan sakit Djoko Tjandra yang diserahkan saat sidang pada 29 Juni 2020 berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia.

"Untuk sidang pada tanggal 6 (Juli), saya sedang melakukan konfirmasi apakah hadir atau tidak," kata kuasa hukum Djoko Tjandra, Andi Putra Kusuma, di kantornya, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020).

Ketika ditanyakan wartawan keberadaan Djoko S Tjandra saat ini, Andi salah satu anggota Anita Kolopaking & Partners Law Firm  ini menjelaskan, Djoko S Tjandra memang saat ini tidak berada di Jakarta, kita hanya bertemu muka ketika Pak Djoko Tjandra menyerahkan berkas PK, sampai saat ini belum pernah lagi, namun kita tetap intensif berkomunikasi lewat telepon, seperti jumpa pers ini atas saran dari Pak Djoko Tjandra," jelasnya.

"Adapun maksud dari prescon ini dikarenakan terlalu banyaknya pemberitaan di media yang simpang siur tentang Pak Djoko Tjandra, dan Pak Djoko juga berharap para awak media dapat memberitakan hal-hal yang jelas agar tidak ada lagi simpang siur atas pemberitaan Pak Djoko," tambah Andi.

"Untuk sidang Senin (6/7) mendatang, jika tidak ada hal-hal yang diluar dugaan, maka kami sebagai kuasa hukum dari Djoko S Tjandra akan menghadirkan beliau dipersidangan," tutur Andi.

Saat jumpa.pers dijelaskan bahwa Proses hukum Djoko Tjandra  yang berkepanjangan ini, telah menarik perhatian publik. Hal ini dikarenakan proses hukum Djoko Tjandra yang seharusnya sudah berakhir di tahun 2001 dengan putusan Kasasi yang dimohonkan Jaksa telah diputus TOLAK yang berarti PUTUSAN PENGADILAN NEGERI lah yang berlaku dimana Putusan tersebut menolak TUNTUTAN JAKSA dan Djoko Tjandra dinyatakan LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM/ONSLAG VAN RECHTVERFOLGING. Dengan demikan seharusnya perkara Djoko Tjandra TELAH DITUTUPI CASE CLOSED. 

Akan tetapi apa yang terjadi di negara hukum kita ini ? Mengapa setelah 8 tahun kemudian Jaksa mengajukan upaya hukum PK ? Tanpa dasar hukum yang jelas ? 

Tanpa kendaraaan yang jelas, menabrak tatanan Hukum Acara Pidana (KUHAP) dengan tidak mengindahkan hukum yang telah diatur. Melanggar aturan hukum Pasal 263 ayat (1) KUHAP; Lalu kemudian PK Jaksa dikabulkan oleh Mahkamah Agung, padahal. putusan kasasi Mahkamah Agung jelas telah: TOLAK kasasi Jaksa sebelumnya. Sehingga apa yang terjadi sekarang ini dengan mencuatnya kembali pemberitaanDjoko Tjandra merupakan proses hukum yang berkepanjangan sampai kini. 

Masyarakat dapat melihat dengan jelas proses hukum yang berjalan ini. Untuk itu marilah kita memberikan ruang dan waktu kepada Pemohon PK yakni Djoko Tjandra

untuk mengembalikan hak-hak yang telah dirampas oleh kekuasaan hukum tanpa memperhatikan hak-hak Djoko Tjandra yang semestinya, pada persidangan PK JST yang sedang digelar di PN Jakarta Selatan. 

Berita Lainnya
HUT PDAM pa markus Iklan Mas wahid  square bawah 4