background img
bank bjb 1
FMP Penuhi Panggilan Polda Jabar Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Subang

LSM Forum Masyarakat Peduli Kabupaten Subang (Foto: Asep Ruslan)

Forum Masyarakat Peduli (FMP)

FMP Penuhi Panggilan Polda Jabar Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Subang

KOTA BANDUNG - LSM Forum Masyarakat Peduli (FMP) Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat memenuhi panggilan Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Barat (Jabar) terkait dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) dampak Covid-19 bersumber APBD Subang TA.2020 sebesar Rp.7,8 miliar. Melibatkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, H. Deden Hendriana dan PT TARA selaku pihak ketiga atau perusahaan yang ditunjuk langsung untuk pengadaan sembako, Jumat (10/7/2020).

Asep Ruslan bersama Ketua Umum FMP Asep Sumarna Toha atau Abah Betmen (Foto: Asep Ruslan)

Ketua Umum FMP Asep Sumarna Toha didampingi beberapa anggotanya, usai di BAP dan menyerahkan bukti-bukti dugaan kasus tersebut, kepada Sinarpaginews menjelaskan.

“Hari ini saya memenuhi panggilan penyidik Unit 2 Tipikor Krimsus Polda Jabar (Pak Didu & Pak Deden) dalam rangka laporan terkait dengan dugaan penyimpangan dana Bansos Covid-19 APBD Kabupaten Subang TA.2020, dimana dalam APBD Subang sudah menyiapkan untuk 39 ribu KK/Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dimana per penerima manfaat mendapatkan Rp.500.000/KPM. terbagi Rp.150.000 tunai dan Rp.350.000 dalam bentuk sembako,” kata Asep Sumarna Toha yang akrab disapa Abah Betmen, Bandung (10/7/2020).

Polda Jabar Usut Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 Kab. Subang:

 

Di lapangan FMP menemukan adanya dugaan mark up pengadaan sembako dari pagu Rp.350.000/KPM hanya dibelanjakan senilai Rp.242.000/KPM, sehingga terdapat selisih Rp.108.000/KPM.

“Namun berdasarkan temuan kita dilapangan untuk sembako terdapat perbedaan harga, setelah kita cek harga itu ternyata ada susut sekitar Rp.108.000/KPM. Kalau dikalikan 39 ribu KK/KPM, maka terdapat total Rp.3,9 miliar yang susut dari anggaran tersebut,” ungkapnya.

Bila dalam satu periode (tahapan) pengadaan sembako diperuntukan bagi 39 ribu KK/KPM, maka negara/daerah  berpotensi dirugikan  sebesar Rp.3,9 miliar. Jika dua periode maka akan mencapai Rp.7,8 miliar.

“Nah, sementara ini sudah 2 kali pencairan, jadi kalau 2 kali ada dana sekitar Rp.7,8 miliar yang nominalnya susut dari anggka Rp.500.000/KPM,” ujar Abah Betmen.

Jangan pernah main-main dengan bantuan sosial? kata Abah Betmen (Foto: Asep Ruslan)

“Saya tambahkan lagi bahwa hari ini kita juga menyerahkan barang bukti (BB) berupa sembako hasil dari  investigasi kita dilapangan,” tambahnya.

Asep berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar dapat segera mengusut kasus ini sampai tuntas, masyarakat sangat menderita akibat pandemi Covid-19.

“Harapan kita jelas dan tegas bahwa jangan pernah main-main dengan bantuan sosial, apalagi ini dalam situasi bencana. Kami berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Direktorat Kriminal Khusus Polda Jabar untuk secepatnya mengusut tuntas siapapun yang terlibat di dalamnya tidak pandang bulu,” pungkas Abah Betmen.

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Beebopp pa erwin ASEP PRESIDEN purwakarta 2