background img
bank bjb 1
Pembangunan Rutilahu 2019 Di Lima Desa Kecamatan Tegalwaru Purwakarta Berkesan Banyak Penyimpangan

Pembangunan Rutilahu 2019 Di Lima Desa Kecamatan Tegalwaru Purwakarta Berkesan Banyak Penyimpangan

PURWAKARTA,  -- Anggaran untuk pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di tahun 2019 di Lima Desa di kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta. dalam pelaksanannya diduga banyak penyimpangan terjadi.

Informasi yang dihimpun wartawan dilapangan menyebutkan, di Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru dibeberapa obyek penerima bantuan terjadi beberapa persoalan serius, dari proses distribusi material, pelaksanaan pembangunan hingga Surat Pertangunjawaban (SPJ) yang belum rampung.

Saat dimintai konfirmasi via selulernya pada mantan Kades Sukamulya,Tresna, mengaku pada wartawan, di tahun 2019 mendapatkan bantuan provinsi untuk bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) tahun 2019 sebanyak 80 rumah.

" Persatu rumah mendapatkan sekitar Rp 18 jutaan," ujar Tresna yang mengaku dirinya juga seorang wartawan, Sabtu (18/7).

Ketika ditanyak terkait SPJ yang sempat mandeg dan diduga realokasi Rutilahu belum rampung, Tresna membantah bahwa Surat Pertanggungjawaban (SPJ) belum ditandangan termasuk banprov 2019

"setahu saya semua SPJ sudah ditandatangani, malahan Desa Sukamulya kini dijadikan Desa percontohan," kata Tresna

Sedangkan, menurut pengakuan salah satu warga penerima Bantuan Rutilahu 2019 mengaku hanya mendapatkan pasokan matrial yang kini sudah rusak kembali jika dirupiahkan sebesar,Rp.16,5 juta.

"Yang saya terima seperti Batako, kusen pintu, jendela, paku semen, engsel, closet, dan lainnya,jika dihitung hanya Rp.16.500.000,dan uang 500 ribu"ujarnya yang enggan disebutkan namanya.

Demikian juga hal lain dikatakan, inisial N mengaku dirinya tidak pernah menerima padahal ia sudah beberapa kali di data. Namun hingga turun bantuan rutilahu tidak menerima melainkan orang yang mapan yang mendapatkannya.

"orang yang mampu, sawahnya luas, saya hingga saat ini hanya dikasih janji janji aja,"ujarnya

Saat dikonfirimasi terkait hal tersebut Pj.Kades Sukamulya, Dedi Supriadi via selulernya, ia enggan menjawab.(Ms)

Berita Lainnya
PDAM bdg2 Beebopp pa erwin ASEP PRESIDEN purwakarta 2