background img
bank bjb 1
Komite Anti Korupsi Indonesia Laporkan Pengacara Djoko S Tjandra ke Bareskrim

Komite Anti Korupsi Indonesia Laporkan Pengacara Djoko S Tjandra ke Bareskrim

JAKARTA, - Polri Kebijakan konkret dan bentuk ketegasan serta komitmen dari Kapolri Jenderal Idham Azis dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, sudah dibuktikan melalui dicopotnya tiga orang jenderal dari jabatan sebelumnya, lantaran diduga terlibat dalam perkara Djoko Tjandra.

"Sedangkan Ada yang memancing di air keruh untuk mengonjang ganjing institusi Polri dengan isu pergantian Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dengan kasus Joko S Chandra sangat disayangkan ya sebab begini," kata Agus Rihat Manalu SH, MH Komite Anti Korupsi Indonesia di Jakarta Selasa (21/7/2020)

Keterlibatan Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Prasetyo Utomo yang disebut meneken surat jalan bagi Joko Tjandra merupakan murni moral hazard yang dilakukan oleh Brigjen Prasetyo Utomo.

Begitu juga terhadap pihak yang menghapus status red notice Joko Tjandra, atau bahkan oknum di pengadilan dan imigrasi serta kelurahan juga. Yang diduga melakukan dengan pengacara Joko Tjandra yakni, Anita Kolopaking

"Apalagi Mabes Polri Dan Bareskrim bertindak cepat untuk segera mencopot Brigjen Prasetyo Utomo serta diproses ke Divisi Propam. Ini bukti kalau jajaran Bareskrim khususnya sangat serius untuk menindak anak buahnya yang melakukan moral Hazard," terang Agus.

Perlu di informasikan bahwa Komite Anti Korupsi Indonesia pada 6 Juli 2020, melaporkan Pengacara Joko S Tjandra terkait dugaan menyembunyikan Joko S Tjandra langsung ke Bareskrim Mabes Polri yang ditujukan langsung pada Kabareskrim suratnya dan ditindak lanjuti oleh Jajaran Bareskrim yang akhirnya terungkap semua persekongkolan antara oknum di Bareskrim dalam membantu Joko S Tjandra ke Indonesia.

"Artinya Kabareskrim bekerja tanpa tedeng aling-aling untuk mengungkap kasus Joko S Tjandra tersebut. Ini bukti integritas dan keseriusan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo untuk membersihkan oknum oknum anggota Polri yang melakukan moral Hazard yang mencoreng nama Polri," ujarnya.

Karena itu Komite Anti Korupsi Indonesia meminta Bareskrim Polri segera juga memeriksa Pengacara Joko S Tjandra. Diduga otak dari masuknya Joko S Tjandra yang mengunakan oknum oknum di Polri, Kejaksaan Dan Imigrasi untuk bisa mendaftarkan PK Joko S Tjandra.

Berita Lainnya
HUT Tegal Beebopp pa erwin purwakarta 2 ASEP PRESIDEN