background img
bank bjb 1
LSM AMAK Babel Desak Aparat dan Intansi Terkait Tindak Pelaku Usaha Daging Ilegal

LSM AMAK Babel Desak Aparat dan Intansi Terkait Tindak Pelaku Usaha Daging Ilegal

PANGKALPINANG - Kasus ratusan daging sapi yang di kemas didalam Pelastik dan puluhan Dus Ilegal yang sempat diamankan oleh Tim Intel Korem 045/Gaya milik Perusahaan CV Indo Niko Putra masih Misteri. Pasalnya sampai saat ini kasus tersebut belum ada penyitaan Barang Bukti, Selasa (29/9/2020).

Padahal Sudah Sah-Sah Pemilik perusahaan CV Indo Niko Putra, Pak Rusman saat di konfirmasi melalui Sambungan telepon, Senin (28/9/2020) Kemarin. Mengaku bahwa izin dari daging tersebut benar tidak ada.

"Jadi awal ceritanya begini pak. Waktu saya sempat mau urus izinnya. Cuma waktunya sudah mepet, Waduh saya bilang bagaimana soalnya mobilnya sudah berangkat. Jadi terkait masalah dokumen saya mengakui memang tidak ada,"ujarnya.

Saat ditanyakan terkait sudah sering kali masuk daging tersebut dan bukan kali ini saja. Ia (Rusman-red) mengaku bahwa baru satu kali ini percobaan.

"Baru kali ini pak, kami melakukan percobaan, jadi sekarang mohon meminta kebijakan nya pak tolong di bantu saya mengaku salah,"jelasnya.

Senada dengan Rusman, Salah Satu karyawan CV Indo Niko Putra yang juga di konfirmasi Awak Media dan tidak mau di sebutkan namanya. Mengaku bahwa pengiriman Daging Impor dari Luar Bangka ke Pulau Bangka tersebut sudah berjalan lama.

"Pak masalah nya ini apa. Kan sudah lama ini belum perna terjadi kayak ini kok baru terjadi. Sudah bertahun daging ini masuk ke gudang tempat saya kerja,"ungkapnya.

Benny Kepala Admin CV Indo Niko Putra mengakui bahwa daging yang masuk Ia dagangkan ke Sejumlah Kafe di Kota Pangkalpinang. Saat di tanyakan ijin Dagangnya ada atau tidak dirinya tidak dapat menjawab.

"Kami tidak pernah jual di pasar, kami hanyah jual di Kafe-kafe yang berada di Kota Pangkalpinang,"ujarnya.

Sementara itu Ketua LSM AMAK Babel Hadi Susilo saat dikonfirmasi terkait daging Ilegal yang masuk di Wilayah Bangka. Menurut Hadi setiap masuk Dan keluar daging harus ada surat Karantina yg menyatakan daging dalam keadaan sehat dan layak di konsumsi. Kalo memang daging itu di datangkan dari luar negeri, harus memiliki izin import dan Surat izin kesehatan dari lembaga kesehatan negara asal dan dinas kesehatan Indonesia (bangka barat)apalagi sekarang kita masuk Pandemik Covid 19.

"Kalo tidak ada tindakan tegas dari unsur terkait, maka dampaknya adalah penyakit / virus yg tidak terdeteksi akan mewabah bangka ini. Saya berharap pihak terkait agar tanggap dan pro aktif dalam kasus ini.

Jangan sampai ada virus julid dua masuk ke Indonesia. Apalagi pemilik daging import tersebut sudah mengaku tidak memiliki izin. Pihak terkait harus segera turun tangan dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku."tegasnya. (Ode)

Berita Lainnya
PDAM bdg NOPEMBER Perumahan pa sep iKLANBREBES 1 bawah 4