background img
bank bjb 1
Forkopimda Kabugarut Tinjau Langsung Lokasi Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Forkopimda Kabugarut Tinjau Langsung Lokasi Bencana Banjir dan Tanah Longsor

GARUT, - Intensitas hujan yang tinggi membuat sebagian wilayah selatan kabupaten Garut di terjang banjir dan tanah longsor. Sejumlah fasilitas umum seperti jembatan, jalan raya dan pemukiman warga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Bencana tersebut terjadi di Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong, Cikelet, Pamulihan, dan Kecamatan Peundeuy, banjir menerjang di beberapa pemukiman warga hingga sejumlah rumah dan fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan. Bahkan 3 jembatan gantung di Kecamatan Pameungpeuk ikut hanyut diterjang banjir.

Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan, rekontruksi terhadap apa yang terjadi saat ini menjadi prioritas utama yang harus dilaksanakan secepatnya, kemudian ketersediaan dapur umum.

”Kemudian mulai besok kita akan melakukan pembersihan dengan padat karya tunai, kemudian yang ketiga kita akan menginventarisasi bangunan yang hilang, karena ada 9 bangunan yang hanyut, ada yang rusak berat, rusak ringan,” kata Bupati Garut, saat meninjau lokasi banjir dan tanah longsor serta memberikan bantuan di kecamatan Pameungpeuk, Senin (12/10/2020) siang, didampingi Kapolres Garut, Dandim 0611/Garut, Kepala Kejari Garut, Anggota DPRD Garut, Kasatpol PP, Kepala BPBD, dan Camat serta Kepala SOPD terkait.

Selanjutnya sambung Bupati Rudy, kami akan berkoordinasi dengan provinsi Jawa Barat dan Kementerian supaya masalah yang berhubungan dengan bencana ini dapat diselesaikan.

”Kami berdoa dimasa pandemi ini saudara kita yang mendapatkan musibah adanya banjir bandang tetap bersabar dan kami TNI, Polri beserta pemerintah daerah akan terus memperhatikan masalah ini, dalam waktu yang singkat dan kongkrit kami akan mengeluarkan kebutuhan sementara yang diperlukan oleh korban banjir ini,” ungkapnya.

Bupati Garut juga mengajak kepada para ASN kabupaten Garut untuk berbagi mengumpulkan dana yang nantinya kita serahkan kepada mereka yang membutuhkan.

Bupati Rudy menambahkan, selain banjir bandang juga terjadi longsor dan pergeseran tanah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kata Rudy, menetapkan status siaga bencana di 17 kecamatan, dan dinyatakan rawan bencana longsor, pergeseran tanah, banjir serta Megathrust.

“Saat ini beberapa daerah terendam banjir, yang paling tinggi itu sekitar 80 cm, di Kampung Segleng Pameungpeuk. Yang lainnya sungai sudah terkikis dan dalam kondisi bahaya,” jelasnya.

Untuk lokasi pengungsian, sambung Rudy, akan ditempatkan di sekolah-sekolah dasar dan akan dibuka juga dapur umum oleh Tagana Dinas Sosial Kabupaten Garut .

“Kerusakan sedang dihitung, karena ini terjadi jam 04.00 WIB sekitar waktu subuh, laporan korban tidak ada, hanya yang mengungsi sudah sekitar 1.000 orang, karena kondisi tempat tinggalnya tidak nyaman. Ada juga sekolah SMP yang terrendam,” pungkas Rudy.

Berita Lainnya
PDAM bdg NOPEMBER Perumahan pa sep iKLANBREBES 1 bawah 4