background img
bank bjb 1
Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Penculikan dan Pemerkosaan Anak Dibawah Umur Hingga Hamil

Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Penculikan dan Pemerkosaan Anak Dibawah Umur Hingga Hamil

JAKARTA, - Polda Metro Jaya berhasil mengungkap satu kasus yaitu penculikan dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus, mengungkap kasus Penculikan dan pemerkosaan hingga hamil terhadap anak dibawah umur Ini berawal saat orang tua korban melaporkan bahwa anaknya kabur diculik oleh pelaku kurang lebih selama 2,5 bulan.

Yusri menjelaskan, Anak dibawah umur berusia 16 tahun dibawa kabur oleh tersangka dengan inisial AAB yang berhasil di amankan di daerah jawa timur. Petugas melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku bersama korban yang saat ini sedang hamil. sang anak saat ini di serahkan ke orangtua di dampingi bersama komisi perlindungan anak, untuk mendampingi psikis dari korban yg merupakan anak di bawah umur.

"Tersangka yang merupakan penjual serabutan menghamili korban dan membawa kabur ke kampungnya di Jawa Timur," kata Yusri saat jumpa pers di Gedug Ditreskrimum Polda Metro, Senin (9/11/2020).

Menurut pengakuan Pelaku, dia sudah melakukan persetubuhan bersama sang korban sudah 4 kali dari bukan juli lalu hingga agustus yang mengakibatkan korban hamil, sehingga pelaku pun membawa kabur korban ke Kampung nya di Jawa Timur.

Kejadian berawal sekitar bulan juli lalu, di daerah Kebayoran Lama, si pelaku memacari korban, kemudian merayu korban untuk melakukan persetubuhan, hingga hamil, ketika mengetahui hamil, korban kemudian di bawa lari pulang ke kampung tersangka di jawa timur. Mengetahui anaknya hilang, orang tua pun melapor ke kepolisian, Ketika melakukan pengejaran, pelaku akhirnya berhasil di amankan di kos-kosan di daerah mojokerto.

"Di masa-masa Covid-19 ini ternyata kasus kekerasan bukannya menurun, malah justru meningkat, kami dari Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama Komnas perlindungan anak menghimbau kepada orang tua agar memberikan perhatian ekstra kepada perkembangan anak-anak. Apalagi pada saat ini anak merasa bosa karena pembelajaran dengan sistem Daring," ungkap Yusri


Pelaku Akan Dikenakan Pasal 330 KUHP, pasal 332 KUHP, dan UU. No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman Pidana Lebih dari 15 Tahun penjara.

Berita Lainnya
PDAM Kota BDG babael HUT Tegal 5 Iklan Tegal 4
Brebesa 4 Brebes Paguyuban Asep Dunia HUT Tegal