background img
bank bjb 1
Palsukan Surat SWAB - PCR, 3 Pria Diamankan Polisi

Palsukan Surat SWAB - PCR, 3 Pria Diamankan Polisi

JAKARTA, - Subdit IV Tipid Siber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya kepada media masa mengungkap 3 Pria pelaku tindak pidana perubahan data dan atau manipulasi data hasil SWAB-PCR melalui media elektronik dan atau pemalsuan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menjelaskan ketiga pelaku adalah MHA, 21 di Bandung; EAD, 22 di Bali; dan MAIS, 21 di Jakarta. Lokasi penangkapan ketiganya ternyata berjauhan.

"Telah diamankan tiga orang tersangka sebagai pemilik atau yang menguasai akun Instagram @hanzdays dan @erlanggs, serta orang yang pertama melakukan perubahan atau edit surat keterangan swab atau PCR Bumame Farmasi (BF) palsu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (7/1).

Yusri menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban, yakni PT BF. Perusahaan itu merasa dirugikan karena mencantumkan namanya pada surat hasil PCR test palsu tersebut.

Dikatakan, PT BF mengetahui pemalsuan surat hasil PCR test ini dari akun Instagram dokter Tirta. Surat palsu itu telah digunakan tersangka MAIS bersama dua rekannya saat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten ke Denpasar, Bali pada 23 Desember 2020.

Yusri mengungkapkan, Para tersangka mengunggah iklan penjualan surat PCR melalui media sosial Instagram dan bahkan viral. Mereka menawarkan jasa pembuatan surat PCR dengan biaya Rp650 ribu per satu surat

"Modusnya, memalsukan surat PCR atas nama PT BF untuk keperluan berangkat naik pesawat sebagai syarat untuk ke Denpasar," ujar Yusri.

"MAIS bersama dua temannya lolos menggunakan surat palsu itu di terminal 2 Bandara Soetta," ungkap Yusri.

Yusri menyebut motif pemalsuan hasil rapid test antigen itu karena pengurusannya minimal dua hari sebelum keberangkatan. Kemudian, harganya di bandara terbilang mahal mencapai Rp 900 ribu.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 32 juncto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman paling lama10 tahun penjara.

Kemudian, Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman 12 tahun penjara.Terakhir, Pasal 263 KUHP tentang Tindak Pidana Pemalsuan Surat. Dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

Berita Lainnya
PDAM Kota BDG babael HUT Tegal 5 bjb
Brebesa 4 Brebes Paguyuban Asep Dunia HUT Tegal