background img
BJB 2017
Pesantren Garda Terdepan Lawan Komunisme

Pesantren Garda Terdepan Lawan Komunisme

BREBES - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah 1 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes KH Shodik Suhaemi meminta semua pihak tidak melupakan sejarah kelam yang dilakukan pemberontakan PKI. Sejarah mencatat, dalam pemberontakannya, PKI telah membantai tokoh-tokoh bangsa dan para ulama.

Hal itu ditegaskannya usai kegiatan nonton bareng (nobar) film Operasi Trisula pada Selasa (3/10) malam di Kompleks Ponpes Al Hikmah 1 Benda. Dalam acara itu dihadiri juga oleh Camat Sirampog, Munaedi SH, serta jajaran Forkopimcam lainnya.

"Jika ada yang berusaha untuk menghidupkan kembali paham komunis di Indonesia, harus disikapi dengan cara yang bijak dan bermartabat. Namun perlu dicatat, pesantren akan berada di garda terdepan untuk melawan Komunis,"ujarnya.

Menurut dia, ideologi Komunisme sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila yang multi kultur, agamis, dan masih menjunjung adat ketimuran. Justru, ideologi Komunisme saat ini sudah kalah dalam persaingan global. terlebih paham Komunisme memiliki kecacatan dengan sejarah pemberontakannya dalam perjalanan bangsa Indonesia.

"PKI tidak bisa diterima di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila,"tuturnya.

Kyai Shodik pun menyarankan, seluruh dendam dan luka sejarah agar diselesaikan lewat rekonsiliasi nasional. Dia menilai, upaya rekonsilasi ini perlu didukung dengan sikap bijak dan keadilan dari pemerintah.

"Saya menyarankan kepada pemerintah untuk dilakukan upaya rekonsilasi dengan berasaskan keadilan. Jika keadilan itu tidak dilaksanakan selamanya tata kelola negara tidak akan baik,"imbuhnya.

Dalam kegiatan itu, ribuan santri Ponpes Al Hikmah 1 dan para pengajar ikut menonton. Sambil meneriakkan takbir, para santri dan pengajar juga melakukan ikrar kesetiaan kepada NKRI.

Sementara itu film Trisula merupakan kelanjutan dari film pemberontakan G 30 S PKI. Pada film tersebut diceritakan operasi militer untuk menumpas sisa-sisa gerombolan PKI. Kegiatan nobar ini sebagai bentuk pendidikan sejarah kepada para santri akan bahaya laten Komunisme.

"Kita tahu santri generasi sekarang bukanlah lahir pada tahun 60 an. Makanya kegiatan nobar ini sangat penting bagi mereka. Ajarannya yang bertentangan dengan pesantren, anti Tuhan serta menganggap agama sebagai racun sangatlah berbahaya bagi Indonesia,"tandasnya.

Selain itu, nobar ini sebagai peringatan HUT TNI yang ke 72 yang jatuh pada 5 Oktober. Dia pun mendoakan agar TNI dan seluruh aparat keamanan negara bersatu dan semakin kuat untuk menangkal seluruh paham yang mengancam NKRI.(rbn)

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN TAHUN BARU ISLAM RADIO THOMSON1 HARI TAHUN BARU ISLAM
Hotel Pasa baru IKALAN KANG ERWIN IKLAN BABEL PPP IKLAN PARTAI DPI BABEL