background img
bank bjb
Kak Seto Bicara Soal Bahaya Rokok Elektrik Bagi Anak

Kak Seto Bicara Soal Bahaya Rokok Elektrik Bagi Anak

Jakarta -  Rokok elektrik atau vaping kini memang sedang digemari banyak orang. Itu karena mereka menganggap bahwa rokok elektrik lebih aman daripada rokok konvensional. Padahal, semua rokok sama saja dan berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi perokok pasif.

Melihat hal tersebut, Kak Seto angkat bicara soal bahaya rokok elektrik bagi anak.

"Pada prinsipnya rokok elektrik dan rokok bakar tidak baik untuk kesehatan. Tidak hanya untuk orang dewasa, tapi untuk anak-anak yang terkena paparan sebagai perokok pasif," kata Kak Setto saat menggelar diskusi tentang bahayanya rokok electric (rokok alternatif)
di Hotel balairung pada Selasa (12/3) kemarin.

Saat dijual ke publik, rokok elektrik sebenarnya memiliki batasan usia pemakai.

"Walaupun ada batasan usia, tapi jangan sampai ini strategi saja. Selama mengandung nikotin, sama saja bahayanya dengan rokok  bakar. Kami menyerukan agar anak-anak tidak terperangkap seolah-olah rokok elektrik tidak berbahaya," lanjutnya.

Kak Seto juga memberikan himbauan kepada orangtua agar menjadi sahabat, membentengi soal bahaya ini.

"Mohon orangtua menjalin hubungan komunikasi dengan anak, komunikasi yang efektif, jangan memposisikan menjadi bos. Jadi sahabat anak agar lebih dekat sama anak, kalau menjadi bos dia akan lebih dekat kepada sahabatnya dari pada orang tuanya," pungkasnya.

Saat gelaran diskusi tentang bahayanya rokok electric (rokok alternatif) yang mengancam kesehatan generasi bangsa.  kak Seto bersama LPAI memaparkan agar menolak keras rokok menjadi sponsor utama dalam olahraga dan pendidikan karena akan membawa dampak buruk bagi anak-anak Indonesia dalam hal ini remaja.

"Jadi ini sesuatu yang sangat sederhana diterima oleh akal sehat bahwa sesuatu yang beracun apakah narkoba apakah rokok apakah minuman keras dan sebagainya tidak layak dipromosikan kepada anak-anak, jadi segala upaya untuk mempengaruhi anak anak berarti kami lawan," tuturnya.

Lebih lanjut, kak Seto upayakan parastakeholder pemerintah juga mendukung gagasan ini. "Kami menggunakan kekuatan masyarakat dari semua pemangku kepentingan. Kuncinya Ada di pemerintah, bayangkan negara seperti Malaysia, Singapore, Thailand di Asia Pacific ini semua meratifikasi konvensi itu," tambah pria 67 tahun ini.

Menurut kak Seto, Indonesia harus menyusul negara-negara tersebut. "Satu-satunya negara yang belum meratifikasi adalah Indonesia. Pertanyaan besarnya adalah kenapa? Apa Kita akan dikenang sejarah sebagai bangsa yang tidak melindungi anak-anak, tapi justru bangsa yang menjerumuskan ke lembah penderitaan karena mengkonsumsi rokok jenis electric ini?" Tutupnya.

Berita Lainnya
IKLAN  BRBES NEBENG IKLAN SALES MOTOR RADIO THOMSON TEGAL BJB IKLAN
PMI gratisa RADIO THOMSON TEGAL amanah umah thomson radio
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS