background img
bank bjb
Dua Sosok Wartawan Femiliar di Bandung Timur

Dua Sosok Wartawan Femiliar di Bandung Timur

RANCAEKEK - Menjadi seorang wartawan bukanlah pekerjaan yang mudah. Memang, semua pekerjaan pasti mempunyai resiko, yang pasti suatu pekerjaan akan terasa ringan ketika dibarengi rasa suka terhadap pekerjaan tersebut.

Termasuk menjadi seorang wartawan. Bekerja menjadi wartawan tidak hanya sekadar melaporkan suatu kejadian. Lebih daripada itu, wartawan juga harus memiliki keberanian dan juga dituntut sesaat melakukan tugas liputan di mana pun dan kapan pun ketika dibutuhkan.

Hal ini kerap dialami oleh Yopi HSP dan Jafar Sodiq. Dua wartawan ini dikenal intens dalam peliputan khususnya di sekitaran Bandung Timur. Terutama, meliput kejadian-kejadian yang bersifat sosial dan lingkungan. Selain itu, peka juga terhadap persoalan dugaan korupsi yang menjadi temuan mereka sebagai seorang jurnalis.

Menyinggung persoalan di Bandung Timur, dua wartawan inipun cukup lantang menyuarakan pemekaran teritorial Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Bandung Timur (KBT). Seirama, oleh dua wartawan itu kerap disampaikan baik dalam forum maupun sebatas obrolan di warung kopi.

Menurut pandangan kesepahaman mereka, persoalan ketimpangan ekonomi, infrastruktur, ekosistem lingkungan, pengawasan anggaran, pengawasan kinerja anggota negeri sipil (ASN) dan pelayanan publik serta persoalan-persoalannya lainnya dapat dipecahkan dengan adanya pemekaran.

"Maksudnya, akan termuat prioritas problem solving oleh semua penanggung jawab dalam menangani setiap masalah, baik oleh pejabat maupun warganya apabila teritorial ini di efisienkan", kata Jafar diikuti ucapan sepaham oleh Yopi HSP, saat berkesempatan berkumpul dan berbincang dengan rekan jurnalis Group Warta Bandung, di Rancaekek, Rabu (20/3).

Jafar bercerita, dalam pengalamannya sudah kesekian kali ia melaporkan persoalan yang ada di Bandung Timur, salahsatunya persoalan lingkungan dan dugaan korupsi, kerap ia sampaikan temuannya kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Berhubung kediamannya dengan lokasi dinas - dinas maupun intansi aparat yang bersangkutan berjarak tempuh cukup jauh. Namun, tidak menyurutkan ittikadnya terus berjuang demi penyelesaian masalah dalam menyampaikan temuannya.

Tidak jauh berbeda situasi itu dialami Yopi, mereka mempunyai tekad dan misi yang sama, pengorbanan mereka mejadi seorang jurnalis yang harus selalu siap dan siaga dalam melaksanakan tigas jurnalistik, bahkan meski saat ia sedang merasa lelah dan ingin beristirahat.

"Kita berjuang untuk kepentingan publik, meskipun porsi kita sebagai jurnalis sama sebagai pillar negara, namun jaminan hidup kita tidak seperti mereka yang pada pillar lain (Eksekutif, Legislatif, Yudikatif), jurnalistik adalah pillar negara, namun ketimpangan jaminan tidak membuat kita surut terus berjuang", Tambahnya.

Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
ASTRA MOTOR COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS