background img
bank bjb 1
Endang Knalpot, Ahlinya Knalpot dari Ciwastra Bandung

Endang Knalpot beserta istrinya Ros Rosita di “Bengkel Las Knalpot Laksana Jaya” Jalan Raya Ciwastra N0. 344 Bandung, Sabtu (23/11/2019) - SPN/Asep Ruslan

Bengkel Las Knalpot Laksana Jaya

Endang Knalpot, Ahlinya Knalpot dari Ciwastra Bandung

BANDUNG - Banyaknya klub atau komunitas para pecinta motor/mobil di kota Bandung dari segala jenis dan merk, bahkan yang hobi memodifikasi motor/mobil kesayangannya, sudah barang tentu salah satunya juga memodifikasi knalpot atau bobok knalpot, agar tarikan motor/mobilnya lebih ringan dan suara knalpot lebih bulat didengar.

Salah satu ahli bobok knalpot yang biasa disantroni adalah Endang Knalpot (46th) yang membuka usaha “Bengkel Las Knalpot Laksana Jaya” di Jalan Raya Ciwastra No.344 Bandung. Endang biasa membuat knalpot hasil karyanya dari bahan plat sampai isi dari knalpot yang biasa pabrikan buat. Bengkel ini disewanya sejak 17 Agustus 2002 sampai sekarang.

Bengkel Las Knalpot Laksana Jaya di Jalan Raya Ciwastra N0. 344 Bandung, usaha yang Endang rintis sejak 17 Agustus 2002, Bandung, Sabtu (23/11/2019) - SPN/Asep Ruslan

Bermula dari membuka usaha las kecil-kecilan ikut bersama pamannya. Endang menjadi terkenal dengan gaya dan kepiawaiannya memodifikasi knalpot, tergantung keinginan para pelanggan meminta suara seperti apa, bulat, besar, nyaring, cempreng, atau lembut.

“Kalau pelanggan minta modifikasi knalpot motor/mobil biasa yang umum saya sanggupi, tapi bila motor/mobil keluaran Eropa atau yang nggak umum saya belum berani, tapi saya pasti belajar lagi, sambil mengamati sistem dari knalpot tersebut,” ungkap Endang, suami Ros Rosita (40th) dan ayah empat orang anak yaitu: Anggi (22th), Resti (16th), Riska (7th) dan Prabu (4th).

Endang sedang melakukan modifikasi knalpot mobil Suzuki Katana GX, Bandung, Sabtu (23/11/2019) - SPN/Asep Ruslan

Menurutnya, masa-masa bisnis ini cukup menggiurkan adalah diantara 2017 ke bawah. Kala itu mampu menjual puluhan knalpot jadi setiap hari.

“Waktu itu musim trendnya knalpot brong, waktu itu kita panen lah pokoknya. Karena harganya murah, penggunanya juga banyak waktu itu,” kenangnya kepada Sinarpaginews.

Namun bergantinya peraturan tentang kendaraan, ikut menggeser rejekinya ini. Sejak  2017, penjualan knalpot jenis brong  nyaris mati.

“Kalau sekarang ya sudah tidak ada, kalaupun ada itu buat yang modif saja, tidak dipakai di jalan biasanya, dan jumlahnya tidak banyak,” ungkap muadzin di masjid Jami Al Amin Rancasawo RW.018, desa Margasari, kecamatan Buahbatu, kota Bandung.

Masjid Jami Al Amin Rancasawo RW.018, desa Margasari, kecamatan Buahbatu, kota Bandung, Sabtu (23/11/2019) - SPN/Asep Ruslan

Shalat awal waktu dan berjamaah di Masjid Jami Al Amin, menjadi aktifitas rutin yang Endang laksanakan, Bandung, Sabtu (23/11/2019) - SPN/Asep Ruslan

“Sejak tahun 2017 konsumen yang datang menurun, mungkin karena kesulitan keuangan,” terangnya.

“Penghasilan rata-rata saat ini 200 ribu per hari. Alhamdulillah masih cukup untuk menghidupi kami sekeluarga,” tambahnya.

Endang berharap ada kucuran bantuan dari pemerintah kota Bandung atau bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Agar bisa memiliki tempat usaha sendiri, karena sewa tempat saat ini dirasa berat selalu naik hampir setiap tahun.

“Dulu saat awal membuka usaha tahun 2002, sewanya 8 juta per tahun. Sekarang ini sudah mencapai 17 juta per tahun,” pungkasnya.

Berita Lainnya
HUT PDAM pa markus HUT Wahid 2 HUT Tegal