background img
bank bjb
Belajarlah Pada China Dan Yahudi

Belajarlah Pada China Dan Yahudi

Adalah Gus Dur yang menyarankan  bangsa Indonesia  belajar dan membuka hubungan diplomatik  dengan Israel.  Adalah Gus Dur yang membuka kran  dibolehkannya perayaan Hari Raya Imlek.  Adalah Gus Dur yang sampai saat ini kuburannya pun dipadati pejiarah.

Saya termasuk mengagumi sosok Gus Dur.  Gus Dur menyarankan kita harus tampil beda agar eksis. Plus hidup  menurut Gus Dur jangan dibawa repot, apalagi repot-repotan.  Gus Dur love you! Saya setuju kita mesti belajar pada dua bangsa yang  “hebat” yakni Yahudi dan China.

Dua bangsa ini sangat-sangat menarik, unik dan menyimpan keunggulan.  Harus kita “curi” ilmunya. Dalam kisah sejarah ada  peristiwa “Kuda Troya” dimana pasukan Troya sukses menghancurkan lawan dengan cara menyusup. Menyusup modus ke jantung pertahanan lawan.

Bangsa Indonesia harusnya bermain “Kuda Troya” jangan bermain banteng ketaton yang nyeruduk-nyeruduk mulu. Budaya teriak, bakar ban, demo berjilid-jilid pada Yahudi dan kebencian pada China, harus diubah.  Ubah lebih efektif, senyap dan cerdik.

Konon katanya pencuri yang bodoh itu saat masuk rumah orang kaya Ia mencuri emas batangan dan uang di brankasnya. Namun pencuri cerdik dan cerdas adalah membiarkan  emas dan uang di brankas. Namun Sang Pencuri cerdik mencari buku harian dan buku apa yang orang kaya baca.

Pencuri literet  berpikir jangka panjang.  Pencuri tradisional berpikir jangka esok atau jangka pendek. Pencuri literet mencuri ilmu orang kaya. Pencuri bodoh mencuri hartanya.  Pencuri bodoh ditangkap masuk penjara dan menderita seumur hidup.

Pencuri cerdas saat ketangkap mencuri buku, Ia bebas. Mengapa bebas? Ia mengatakan, “Saya kagum sama Tuan, Saya mengidolakan Tuan maka saya mau pinjam bukunya. Tapi Saya tidak permisi. Si Tuan yang kaya merasa tersanjung dan akhirnya membebasakan. Plus malah dijadikan pekerja di rumah Si Tuan.

Itulah  dua kisah di atas harus jadi komparasi. Mau ala Kuda Troya atau ala  Si Pencuri Buku harian?  Keduanya sangat baik. Jangan mau jadi pencuri tradisional atau kelompok sumbu pendek. Dihadapan China dan Yahudi Israel  kita harus melakukan manuver cerdik.  Curi ilmunya! Lemahkan kekuatannya,  kuatkan kelemahannya.  

Hindari otak membunuh orang Yahudi  dan membunuh orang China.  Bahkan di kalangan muslim tradisional  membunuh orang Yahudi itu dikaitkan dengan malam Jumatan. Setiap malam Jumat, identik dengan “pembunuhan” terhadap orang Yahudi.  Membunuh Yahudi itu ibadah katanya. Bahkan mungkin membenci China pun dianggap ibadah. Sungguh kasihan sebuah bangsa yang seumur-umur memendam kebencian.

Kalau kita belajar sejarah Yahudi dan China. Kita akan terkagum-kagum.  Yahudi adalah sebuah bangsa yang paling dibenci hampir semua bangsa. Ia sejak zaman Firaun bujangan sudah teraniya. Untung ada Nabi Musa dan Nabi Daud menyelamatkan kaum Yahudi (Israel).

Yahudi atau bangsa Israel  adalah bangsa yang paling menderita. Ia terlunta-lunta ribuan tahun. Dibantai sejak zaman Firaun. Bangsa Jerman pun di era Hitler menganggap bangsa Yahudi sebagai kotoran. Harus dihabisi bagai wabah. Mungkin kalaiu sekarang dianggap corona dalam wujud manusia.

Penderitaan bangsa Yahudi membuat mereka makin pintar untuk mempertahankan diri. Habis binasa atau membinasakan orang lain? Ia akan memilih membinasakan orang lain daripada habis keturunannya. Bangsa Yahudi berhasil membangun kekuatan dari puing-puing kebencian dan pembantaian bangsa-bangsa dunia kepadanya.

China adalah sebuah bangsa yang sangat unik. Ia adalah bangsa yang sudah besar sebelum lahirnya agama Kristen dan Islam.  Ketika  Sang Pemuda  Jujur bernama Muhammad masih belajar berdagang kepada jutawati Siti Khadijah yang mulia, bangsa China  ribuan tahun sebelumnya sudah ahli berdagang.

China filosofi dan ajaran budayanya sangat unggul. Begitu pun bangsa Yahudi. Bangsa China ada yang Muslim, Kristen, Hindu dan Budha. Bangsa Yahudi Israel ada yang Kristen dan  ada yang Musim. Bahkan Muslim para muazin dan imam di masjid-masjid Israel mendapatkan gaji dari pemerintah.

Ada ratusan masjid di seluruh wilayah Israel dan jumlah itu bisa meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Sebagian orang membayangkan negara Israel Yahudi itu semuanya beragam Yahudi.  Faktanya muslim pun dengan Kristen banyak di Israel dan mendapatkan perlindungan.

Peperangan antara Israel dan Palestina lebih kepada kekuasaan dan politik. Kekuasaan selalu melahirkan peperangan dan kebencian. Ajaran agama mana pun tidak melahirkan peperangan dan kebencian.  Faktanya Bangsa Yahudi adalah “kakak tertua” dari kaum Nasarani dan kaum Muslim.  Kakak,  cenderung lebih pintar dan licik dari adik-adiknya.

Mempelajari lebih dalam tentang China dan Israel Yahudi sangat-sangat asyik.  Bahkan hal yang paling unik adalah kebiasaan  buruk mayoritas  muslim. Apa? Pada suka merokok. Merokok itu tidak sehat Uniknya orang Yahudi mayoritas tidak merokok.  Mereka tidak merokok tapi punya usaha rokok.

Pintarnya orang Yahudi dan China adalah menjadikan bangsa di luar dirinya sebagai konsumen.  Baik konsumen produk ekonomi atau pun produk politik dan intelektual.  Hampir semua perusahaan besar pemiliknya ada  keturunan Yahudi dan China.  Cara mengalahkan mereka tiada jalan lain.  Belajar dari mereka!

Oleh : Dudung Nurullah Koswara

Berita Lainnya
pemda brebes Pemda Brebes 2 Pemda Brebes 3 Pemda Brebes 4
Square bawah 5 Square bawah 6 Square bawah 7 Square bawah 8
Hut pemda 32 SMK pa Asep Bawah 34 Pemda Sukabumi