background img
bank bjb 1
5 Pelajaran dari Laga Wolves vs Arsenal: Bukayo Saka, Bintang Masa Depan Arsenal

5 Pelajaran dari Laga Wolves vs Arsenal: Bukayo Saka, Bintang Masa Depan Arsenal

Semenjak menelan dua kekalahan pada awal 'Premier League Restart', tidak ada tim yang sanggup membendung laju positif Arsenal. Wolverhampton merupakan korban terbarunya.

Klub besutan Nuno Espirito Santo itu dikalahkan di Molineux Stadium pada hari Sabtu (4/7/2020) malam dengan skor 2-0. Kedua gol the Gunners berasal dari aksi Bukayo Saka serta Alexandre Lacazette.

Arsenal sudah mencatatkan tiga kemenangan beruntun di Premier League dengan agregat 6-1. Serangkaian hasil positif ini membuat mereka berhasil merangsek naik ke peringkat tujuh dalam klasemen sementara dengan kokeksi 49 poin.

Ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik dari laga antara Wolverhampton vs Arsenal kali ini. Informasi dari Independent berikut bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

Bek Sayap Sebagai Masa Depan Sepak Bola

Bertahun-tahun lalu, posisi bek sayap kerap dipandang sebelah mata. Namun peran tersebut jadi semakin penting pada musim ini. Tercatat ada tiga tim raksasa yang menuai manfaat dari keberadaan mereka: Inter Milan, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig.

Skema tersebut juga telah diterapkan oleh beberapa klub Premier League. Sebut saja Liverpool, yang menjadi juara musim ini dan sosok Andrew Robertson beserta Trent Alexander-Arnold memiliki peran besar.

Wolves dan Sheffield United juga sudah menerapkannya. Dan nampaknya, rencana ini menarik perhatian Mikel Arteta yang kemudian menerapkannya ke Arsenal.

Cedric Soares, Hector Bellerin, Kieran Tierney dan Bukayo Saka bisa beroperasi sebagai bek sayap. Namun kekuatan mereka yang sebenarnya terletak pada atribut serangannya.

Ini adalah sistem yang sepertinya cocok untuk beberapa pemain Arsenal. Striker jadi bisa fokus memanfaatkan kemampuannya dan membuat Arsenal jadi lebih seimbang ketimbang pada awal musim ini.

Pertunjukan Kualitas Bukayo Saka yang Tak Henti-henti

Arsenal dikenal handal dalam memproduksi pemain muda yang bertalenta. Dan Bukayo Saka menjadi bukti terbaru dari sistem pengembangan talenta yang berhasil di akademi the Gunners.

Aslinya, Saka merupakan seorang penyerang sayap. Namun dia mampu memberikan dampak terhadap permainan walau dioperasikan di luar posisi naturalnya. Tercatat Saka pernah bermain sebagai gelandang dan bek sayap pada musim ini.

Saka memiliki peran penting dalam kemenangan Arsenal atas Wolverhampton, sebab dirinya menjadi pemecah kebuntuan di saat lini belakang lawan tertutup rapat. Sesuatu yang tidak mampu dilakukan Pierre-Emerick Aubameyang di laga kali ini.

Wolves Kekurangan Alternatif

Wolves mengandalkan dua variasi formasi dengan sistem yang serupa di sepanjang musim ini: 3-4-3 atau 3-5-2. Nuno Espirito Santo pun menerapkan formasi yang terakhir untuk menghadapi Arsenal.

Tidak ada masalah dengan ini sebenarnya. Namun, Wolves tak mampu memberikan variasi dalam proses pembangunan serangannya. Arteta nampaknya sudah mempelajari apa yang Wolves lakukan dan mampu membendungnya dengan baik.

Sisi sayap Wolves tidak bisa memberikan suplai bola dan lini depan pun menjadi terisolasi. Raul Jimenez sampai harus turun untuk menjemput bola. Dan catatan satu tembakan tepat sasaran sudah cukup untuk menggambarkan masalah mereka di laga kali ini.

Harapan ke Liga Champions Perlahan Pupus

Wolves sempat mencatatkan serangkaian positif yang membuatnya menduduki peringkat ke-5. Bahkan, mereka pernah berjarak dua poin saja dari Chelsea yang berada di posisi ke-4.

Hukuman yang diterima Manchester City membuat posisi ke-5 jadi tampak lebih prestisius. Sebab jatah the Citizens bisa diberikan kepada penghuni peringkat tersebut andai pengajuan bandingnya ditolak.

Selama konsisten, Wolves seharusnya bisa mempertahankan kedudukannya. Masalahnya di konsistensi itu. Kekalahan atas Arsenal membuat harapan tersebut kian pupus sebab Wolves gagal memangkas poin dengan Manchester United yang saat ini menempati peringkat ke-5.

Harapan ke Liga Europa Tetap Hidup

Beda kasus dengan Wolverhampton. Kemenangan dari laga kali ini membuat harapan Arsenal untuk berpentas di Liga Europa jadi semakin terbuka lebar.

Arsenal sekarang berada di peringkat ketujuh, yang artinya mereka bisa mendapatkan tiket ke Liga Europa andai bisa mempertahankan posisinya. Kalaupun gagal, seharusnya tidak menjadi masalah. Sebab masih ada alternatif lain untuk bisa berpentas di kompetisi tersebut.

Namun perlu diketahui bahwa jalan yang harus ditempuh Arsenal pada jalur alternatif itu cukup menanjak. Ya, mereka harus menjuarai pentas FA Cup yang sekarang menyisakan klub besar seperti Manchester City, Manchester United, dan Chelsea.

Terlepas dari itu, cukup aman bila menyebut peluang the Gunners untuk bermain di Liga Europa musim depan sangat terbuka lebar. Asalkan bisa konsisten, maka Pierre-Emerick Aubameyang dkk akan baik-baik saja.

sumber : Independent/bola

Berita Lainnya
Iklan brebes pa markus Iklan Mas wahid  square bawah 4