background img
bank bjb
Satelit Doosti Iran di Orbit Bumi

Satelit Doosti Iran di Orbit Bumi

IRAN -- Wakil Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Ghasem Taghizadeh mengkonfirmasi keberhasilan ilmuwan dan insinyur Iran dalam menempatkan satelit Doosti (Persahabatan) di orbit bumi.

Dia juga mengatakan bahwa satelit komunikasi buatan Iran, Tolou akan diluncurkan dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

Iran meluncurkan satelit Payam dengan roket Simorgh pada 15 Januari 2019, tetapi gagal mencapai titik orbit karena kendala teknis. Dalam waktu singkat dari peluncuran itu, sekarang roket Safir berhasil mengantarkan satelit Doosti ke orbit bumi dan membuktikan keberhasilan Iran di bidang antariksa.

Iran mencapai kemajuan yang baik dalam industri antariksa dan rudal, dan kesuksesan peluncuran satelit Doosti menjadi kado istimewa menjelang perayaan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam pada 11 Februari mendatang.

Satelit Doosti adalah satelit mikro kelas 52 kilogram. Sejumlah satelit Iran dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri dan telah menjalani uji coba dengan sukses, yang melibatkan para ilmuwan muda Iran.

Dalam mereaksi kesuksesan itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo via akun Twitter-nya menulis, "Peluncuran rudal terbaru Iran kembali membuktikan bahwa kesepakatan Iran tidak melakukan apapun untuk menghentikan program rudal negara itu. Iran menentang Dewan Keamanan PBB karena meningkatkan kemampuan rudal balistiknya. Kita harus mengembalikan pembatasan internasional yang lebih keras untuk mencegah program rudal Iran."


Kegiatan Iran di bidang rudal dan peluncuran satelit tidak ada hubungannya dengan kesepakatan nuklir. Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB juga tidak melarang Iran dari aktivitas di dua bidang tersebut.

Para pejabat AS dan Eropa secara politis memperkenalkan kegiatan damai Iran di bidang antariksa dan rudal sebagai langkah yang merusak keamanan dunia dan melanggar kesepakatan nuklir.

Kemampuan para ilmuwan Iran untuk membangun satelit terus meningkat dan mereka telah menguasai teknologi pembuatan, peluncuran, dan dukungan untuk satelit.

Di awal Revolusi Islam, Iran hanya mengembangkan 31 produk yang berhubungan dengan pertahanan, sedangkan saat ini Iran memproduksi 771 jenis peralatan dan perangkat keras yang terkait dengan pertahanan dan rudal.

Keberhasilan di bidang antariksa tentu saja akan mempengaruhi sektor-sektor lain seperti pertanian, telekomunikasi, dan pengamatan iklim dan cuaca.

Keberhasilan ilmiah dan kesuksesan Iran di bidang antariksa dan rudal telah mengundang penentangan dan permusuhan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Iran mencapai semua itu tanpa bergantung kepada Barat.

Republik Islam Iran adalah negara merdeka di dunia, dan sama seperti negara lain, ia memiliki hak untuk menggunakan teknologi demi meraih kemajuan di berbagai bidang. Dalam hal ini, tekanan, ancaman, dan sanksi tidak akan menciptakan hambatan dalam upaya Iran mencapai kemajuan ilmiah. (RM)


Berita Lainnya
hari Jadi tegal Hari Jadi tegal Hari Jadi tegal BJB IKLAN
sinar pagi news h idulfitri Hari Jadi Tegal Hari jadi Tegal 5 KAPOLRI RAMADAN
IKLAN SALES MOTOR Radio thomson tegal Kejari babel iklan colombus 2
purwakarta kab COLUMBUS MINICON1 TRAVEL BESS