background img
BJB 2017
Jelang Lebaran, BMKG Luncurkan Aplikasi Mobile Sekaligus Release Cuaca Terkini

Jelang Lebaran, BMKG Luncurkan Aplikasi Mobile Sekaligus Release Cuaca Terkini

JAKARTA - Menghadapi arus mudik lebaran 2017 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyiapkan aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui App Store dengan nama info BMKG. Demikian diungkapkan oleh Kepala BMKG Andi Eka Sakya saat menggelar jumpa pers di gedung BMKG Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/06/2017).

Lanjut Eka, adapun aplikasi tersebut dibuat dalam rangka menyiapkan informasi mudik lebaran tahun ini, BMKG mengupdate kembali aplikasi yang dimilikinya. Meskipun aplikasi tersebut telah diluncurkan oleh BMKG pada tanggal 25 Agustus 2016 lalu. Namun BMKG menambahkan beberapa fitur penting guna mendukung informasi cuaca mudik antara lain prakiraan cuaca mudik jalur darat cuaca maritim dan cuaca bandara.

"Adapun di dalam aplikasi tersebut dapat diperoleh informasi peringatan dini cuaca prakiraan cuaca kota kabupaten di masing-masing provinsi hingga 3 hari kedepan informasi kualitas udara di beberapa kota Untuk mengetahui tingkat kualitas pencemaran udara informasi gempa bumi terkini dan gempa bumi dirasakan serta info aktual atau press lirik rilis resmi dari BMKG," katanya.

Selain menjelaskan tentang aplikasinya, Kepala BMKG juga memberikan informasi terkini terkait cuaca yang ada di beberapa wilayah di Indonesia.

Menurut Eka, dalam dua minggu terakhir di beberapa wilayah Indonesia masih terdapat kejadian hujan lebat yang berkontribusi pada kejadian banjir, seperti yang terjadi di Mataram 12 Juni 2017 dengan curah hujan 116 mm/hari, Toli Toli 13 Juni 2017 dengan curah hujan 116 mm/hari, Ambon 8 Juni 2017 dengan 130.9 mm/hari. Curah hujan > 100 mm/hari masuk dalam kategori sangat lebat.Dan masih terdapat beberapa kejadian hujan dengan lnnsltas sedang lebat khususnya dr kawasan Sulawesi, Maluku dan Papua.

Kondisi hujan yang terjadi di kawasan Indonesia beberapa waktu terakhir memiliki penyebab beragam. Meskipun, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau (sebagian Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara). Namun demikian di Maluku dan Sulawesi Tengah justru memasuki periode musim hujan karena wilayah tersebut mempunyai pola hujan berkebalikan dengan wilayah Jawa, Bali Nusra (anti monsunal)."Munculnya gelombang tropis secara periodik menyebabkan kondisi atmosfer skala regional seperti masih banyaknya daerah pertemuan dan belokan angin sehingga memicu banyak pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," terangnya.

Pada periode Mei - Juni, sambung Eka, sebagian wilayah Indonesia dalam kurung 38% sudah masuk musim kemarau. Sedangkan di wilayah Sulawesi Kalimantan dan sekitar khatulistiwa peluang hujan masih tinggi awal musim kemarau tahun 2017 di sebagian besar wilayah di Indonesia diperkirakan mundur (48,2%), sama (33,5%), dan maju (18,3%). Puncak musim kemarau 2017 diperkirakan bulan Juli sampai September 2017. Musim kemarau yang akan berlangsung juni sampai Oktober 2017 diprediksi tidak akan sekering 2015 dan tidak se basah 2016. Sementara itu prospek awal musim hujan tahun 2017 2018 akan mulai pada bulan November sampai Desember 2017.

"Kondisi cuaca menjelang lebaran 2017 diperkirakan akan bervariasi di wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara cuaca cenderung cerah berawan. Beberapa lokasi masih terdapat potensi hujan ringan sedang pada sore hari, khususnya di Jawa bagian barat. Sehingga masyarakat yang berkendara dihimbau agar tetap mencermati daerah-daerah yang berpotensi hujan yang berpotensi memicu resiko kecelakaan," ungkap Eka.

Kemudian untuk wilayah Sumatera bagian Utara, Kalimantan bagian Barat, Sulawesi, Maluku dan Papua diperkirakan masih memiliki potensi hujan yang cukup tinggi pada akhir Juni 2017 frekuensi hujan lebat juga masih akan muncul di kawasan tersebut.

"Setelah periode libur lebaran 2017 potensi peningkatan titik panas terkait kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan diperkirakan mulai terasa meningkat intensitas potensinya pada awal Juli.Hal ini dikarenakan intensitas hujan dibawah wilayah tersebut sudah mulai kurang bahkan relatif kering oleh karenanya dihimbau agar dapat mengantisipasi potensi peningkatan titik panas," tutupnya. (spn/beda)

Berita Lainnya
IKLAN BABEL 5 IKLAN BREBES 5 RADIO THOMSON1 KAJARI BANGKA TENGAH
Hotel Pasa baru IKLAN PEMKOT TEGAL IKLAN BREBES 1 NGADIANTO UCAPAN
iklan brebes8 iklan brebes 5 IKLAN BREBES 7 IKLAN BREBES 9
IKLAN INDULFITRI BESS IKALAN KANG ERWIN radio thom son SINAR PAGI NEWS.COM